Pak Oles Luncurkan Filosofi Kerja Karma Yoga

(Baliekbis.com), Media Centre yang bernaung di bawah PT Visi Media Pak Oles kembali meluncurkan  buku teranyar berjudul Filosofi Kerja Karma Yoga. Buku setebal 110 halaman tersebut merupakan hasil renungan dari setiap sloka ajaran karma dalam Kitab Bhagavad Gita. Buku  yang kaya makna tentang praktek  dalam bekerja itu ditulis Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang dibedah Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag, M.Fil.H, dosen pasca sarjana S-3 Institut Hindu Dharma negeri (IHDN) Denpasar, dan  Drs. Putu Suasta, MA, seorang tokoh LSM dan Dosen Pasca Sarjana Undiknas Denpasar.

Peluncuran dan bedah buku itu ditandai dengan penyerahan buku oleh Pak Oles kepada direktur perusahaan, Ir. H. Agus Urson Hadi Pramana, Kepala Cabang Pemasaran, Gede Ginarka, Manajer Keuangan, Ni Ketut Tisnawati dan Manajer Personalia, Noman Yuliarsana di Bokashi Farm, Jl. Waribang, Kesiman, Jumat (6/12).

Buku tersebut juga ada prolog sekaligus penyunting Albert Kin Ose Moruk, pengantar Romo Rm Maxi Un Bria, Pr, seorang pastor dari Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur yang sedang menyelesaikan pendidikan Program Doktor (S-3) Komunikasi Politik dan Diplomasi di Universitas Sahid Jakarta serta epilog Bhagawad Gita dari Kaca Mata Seorang Pak Oles oleh Prabu Darmayasa, tokoh spiritual Hindu.

Dengan peluncuran dan bedah buku yang dihadiri sekitar 75 peserta dari berbagai komponen masyarakat, buku Filosofi Kerja Karma Yoga yang dicetak dengan kertas berkualitas itu diharapkan bisa segera beredar dan dinikmati masyarakat luas. Buku yang mudah dicerna menggunakan bahasa yang sederhana dengan gaya bertutur itu enak dibaca. Buku praktek kerja itu diterjemahkan sebagai bhakti, penyerahan diri kepada Tuhan, karya, bekerja tuntas guna melayani dan memberikan pelayanan terbaik kepada mereka yang memberi kerja.

Pak Oles, lewat bukunya secara eksplisit menegaskan, manusia adalah makluk yang bekerja, sehingga ia disebut sebagai homofaber. Manusia memiliki kaki dan tangan yang bisa digunakan untuk bekerja, berpikir dan menjadi bijaksana. Kodrat manusia itu bekerja. Jika tidak bekerja berarti dia tidak masuk dalam bangsa manusia, karena pikiran dan kebijaksanaannya tidak digunakan.

Dalam bekerja itu memerlukan kesungguhan, keseriusan, fokus dan tanggung jawab. Untuk mencapai keberhasilan itu hanya ada satu kunci yang harus diketahui dan dilaksanakan tanpa banyak teori, namun dapat dikerjakan sekarang juga. Dengan bekerja akan dapat memberikan pelayanan melayani, yaitu memberikan pelayanan yang terbaik, agar kerja yang dihasilkan dapat dinikmati dengan baik oleh mereka yang memberikan kerja, untuk masyarakat luas sehingga tercipta suatu masyarakat sejahtera.

Bekerja bukan untuk mencari keuntungan, namun untuk memberikan, meski pada akhirnya jika kepuasan pelayanan yang diberikan menghasilkan suatu keuntungan material, itu adalah masalah biasa yang bukan merupakan tujuan utama yang harus diusahakan dengan segala cara. Keinginan dan kemarahan yang tidak terkendali merupakan musuh di dalam diri pekerja. Keinginan dan kemarahan dalam dosis tertentu dapat membangkitkan semangat kerja, meningkatkan daya juang, kreativitas dan inovasi. Karena itu, keinginan dan kemarahan harus dikendalikan dengan cinta kasih agar bermanfaat bagi diri sendiri, organisasi dan masyarakat.

Dr I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag, M.Fil.H memberi apresiasi atas terbitnya buku  Filosofi Kerja Karma Yoga yang didasari atas cinta kasih, perdamaian dan harmoni. “Hanya orang yang bekerja keras, tekun, disiplin, mempunyai dedikasi tinggi tanpa mengenal rintangan dan putus asa akan meraih prestasi seperti yang dilakoni sosok Pak Oles,” ujar Adi Surya Pradnya, yang juga mantan dosen Pak Oles saat menyelesaikan program doktor di lembaga pendidikan tinggi bernuansa Hindu tersebut.

Ia menilai sosok Pak Oles sungguh luar biasa, karena menempuh program doktor sebenarnya dapat diselesaikan selama dua tahun, namun terpaksa diundur menunggu teman-temannya karena ketentuan minimal harus ditempuh dalam waktu tiga tahun.

Lewat buku terbarunya ini diharapkan bisa memberi motivasi dan pencerahan kepada masyarakat luas tentang fokus kerja yang mampu meraih prestasi, keberhasilan dalam berbagai hal, termasuk melaksanakan pengorbanan secara iklas. “Buku Filosofi Kerja Karma Yoga itu  menjadi sebuah keberhasilan yang mampu memberikan anugrah yang luar biasa dalam kehidupan ini,” ujarnya.

Sedangkan Putu Suasta menilai, sosok Pak Oles dalam kiprahnya sebagai seorang pengusaha yang sukses, juga bergerak dalam bidang politik dan aktivitas sosial kemasyarakat. Semua aktivitas kesehariannya selalu dilandasi tiga hal yakni cinta kasih, perdamaian dan harmonis sehingga sosok Pak Oles selalu berenergi besar terhadap orientasi hidup.

Kehidupan dalam menekuni aktivitas itu selalu dilandasi dengan fokus, disiplin dan kerja keras yang menjadi modal dalam meraih kesuksesan. Pak Oles, seorang sosok yang enerjik, selain sukses dalam mengembangkan perusahaan yang berbasis obat-obatan tradisional, kini sudah menghasilkan puluhan buku, setiap tahunnya tidak kurang dari tiga judul buku.

Sementara Romo Maxi Un Bria, Pr dalam pengantar buku “Memaknai Dimensi Kerja Dalam Hidup” yakni berilmu dan bekerja sama-sama penting, berhubungan erat satu sama lain  dan tidak terpisahkan sebagai manusia normal yang alami, hidup yang bermartabat adalah hidup yang dimaknai dengan bekerja. Bekerja dengan hati, budi dan jiwa yang mulia. Setiap pekerjaan itu mulia yang penting dikerjakan dengan tekun, melalui cara-cara yang benar untuk tujuan yang luhur, yakni menggapai kesejahteraan pekerja dan kesejahteraan bersama yang berdimensi sosial. Setiap pekerjaan selalu memberikan kontribusi untuk kebaikan sosial.

Yang terpenting memperhatikan keseimbangan antara teori dan praktek seperti yang diungkapkan Pak Oles dalam bagian ilmu teori dan ilmu praktek berjalan seiring. Kita butuh keseimbangan antara keduanya untuk mencapai kerja yang efektif, efisien dan produktif. Bekerja itu menjadikan manusia mencapai arti hidup. Dengan bekerja manusia memberi makna bagi hidup, pekerjaan dan masyarakat sosial. Dengan bekerja manusia menegaskan dirinya berbeda dengan istimewa dengan makluk hidup lainnya, yang kebanyakan hidup di bumi hanya untuk makan dan bukan untuk bekerja dengan sadar.

Manusia mesti bekerja dan hasil pekerjaan, selain untuk menopang dan mempertahankan hidup, manusia dapat mereleksikan makna pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan manusia yang terencana, terprogram dengan sadar, dievaluasi terus menerus sampai menghasilkan produktivitas yang tinggi dan berkualitas, sehingga menegaskan hakekat dirinya sebagai pekerja yang mulia, ujar pastor kelahiran Manlea itu.

Seorang tokoh spiritual Hindu, Prabu Darmayasa dalam epilognya menegaskan, Pak Oles sosok sangat sederhana dalam penampilan dan tutur kata merupakan tokoh luar biasa. Sukses dalam bisnis, pergaulan sosial yang luas dan juga politik. Banyak pula kawan-kawan menjadi kaget karena tiba-tiba Pak Oles meraih gelar doktor dari IHDN Denpasar. Kesuksesan demi kesuksesan mengisi hidupnya. Kini kita dibuat terkagum-kagum pula akan kepiawaiannya dalam mengulas sloka-sloka suci Bhagavad-Gita. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: