Pak Oles: Gerakan Efisiensi Atasi Kesulitan Tahun 2020

(Baliekbis.com), Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr  meminta kepada para karyawan/karyawati untuk melakukan gerakan penghematan  dan effisiensi namun tetap bisa menghasilkan produk terbaik.  “Tahun 2020 diprediksikan masa paceklik bagi dunia usia dan bisnis. Melalui gerakan efisiensi diharapkan  perusahaan yang berbasis obat-obatan tradisional itu tetap eksis dan  mampu melewati masa-masa sulit tersebut,” kata Pak Oles ketika memberikan motivasi kepada ratusan karyawan di Unit Produksi Industri Obat Tradisional di Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar, Jumat (3/1).

Didampingi jajaran direksi perusahaan yang memiliki kantor cabang di sejumlah provinsi di Indonesia itu, ia mengingatkan semua karyawan termasuk anggota keluarga untuk melakukan hidup hemat dan menjaga kesehatan mengingat tahun 2020 akan sangat berat. Hal itu didasarkan atas prediksi harga hasil-hasil pertanian yang  merosot, sehingga berpengaruh pada daya beli masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari, termasuk obat-obatan tradisional.

“Sekarang ini ibaratnya musim paceklik, kalau dulu kita kesulitan bahan pangan, namun paceklik sekarang kita tetap bisa makan seperti biasa, namun dengan berbagai keterbatasan dan perusahaan-perusahaan besar sangat sulit untuk bisa eksis dan bertahan,” ujar  Pak Oles yang didampingi Manajer Produksi Ni Made Lidyawati, Manajer Keuangan Ni Ketut Tisnawati,  Kepala Rumah Sakit Shanti Graha Singaraja Kadek Brahma Siro,  Kepala Cabang Pemasaran  Gede Ginarka dan  Manajer Personalia Nyoman Yuliarsana.

Pria kelahiran Desa Bengkel, Kabupaten Buleleng itu menambahkan, gerakan efisiensi di semua sektor itu diimbangi dengan tidak lagi produksi mata dagangan yang tidak laku dijual,  menutup kantor cabang yang mengalami kerugian dan memindahkan gedung-gedung yang dinilai tidak produktir.  Dengan berbagai upaya dan terobosan itu perusahaan yang kini telah memasuki usia 23 tahun itu mampu melewati masa-masa sulit, sekaligus menjadikan perusahaan lebih mapan, berkembang untuk kemajuan demi memberikan kebahagian kepada ribuan karyawan beserta keluarganya.

Acara keakraban yang melibatkan ratusan pekerja  menyambut tahun baru 2020 dikemas dalam makan bersama (megibung) dalam satu hidangan melibatkan 6-7 orang. Hal itu menunjukkan keakraban sesama karyawan. Juga diisi dengan tukar kado dalam lingkatan yang penuh dengan tawa dan candaan. Ketika dalam putaran kado itu ada yang tidak kebagian dan sebaliknya ada yang memegang dua kado, mereka wajib tampil dan berjoged mengikuti irama musik. Semua menimbulkan gelak tawa yang menyatu antara karyawan dengan jajaran direksi perusahaan. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: