Ni Nengah Widiasih: Ingin Jadi Juara Dunia

(Baliekbis.com), Meski memiliki keterbatasan fisik, tak membuat Widiasih menyerah. Bahkan ia sempat “melawan” orangtuanya ketika harus meninggalkan kampung halamannya, untuk mengikuti kejuaraan di Solo, waktu itu.

“Ayah saya sempat melarang pergi, tapi saya tetap ngotot. Dan akhirnya diberikan,” kenang pemilik nama lengkap Ni Nengah Widiasih saat memceritakan sekilas pengalamannya pada jumpa pers, Sabtu (23/12) di Level 21 Denpasar. Ia hadir terkait acara Sosialisasi Asian Para Games 2018. Sebagaimana diketahui Indonesia akan menjadi tuan rumah pada ajang tersebut.

Kehadiran Widiasih dalam olahraga angkat berat sebenarnya secara tak sengaja. Ketika itu baru duduk di kelas V SD. Karena sering melihat kakaknya berlatih angkat berat, ia perlahan mulai tertarik. Apalagi saat itu ada pelatih yang begitu semangat membantunya.

Bahkan kenang Widiasih, sang pelatih paling banyak memotivasinya. “Tiap hari saya sudah ditunggu di rumah untuk diajak latihan,” ujarnya. Bahkan nyaris setiap hari dilalui tanpa latihan. “Ketika duduk di kelas satu SMP saya sudah ikut kejuaraan,” jelas wanita kelahiran 12 Desember 1989 ini. Pada kejuaraan untuk para atlet difabel tingkat Asia Tenggara (ASEAN Para Games) di Thailand, Widi meraih perunggu.

Pada ajang ASEAN Para Games berikutnya di Kuala Lumpur, ia meraih medali perak. Di dalam negeri, ia langganan medali emas seperti pada kejuaraan atlet difabel di Solo dan Bali. Konsisten, Widi berjuang di kelas 41 kilogram atau 45 kg. “Sekarang saya konsen di kelas 45 kg. Karena tak harus diet. Apalagi kekuatan lawan (Cina) kebanyakan bermain di kelas itu,” jelasnya.

Di level Asia, nama Widi, kerap ia disapa sangat diperhitungkan. Pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Widi menyabet medali perak untuk angkatan 93 kilogram. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Dubai pada 2016, Widi meraih perunggu dan  di Rio de Janeiro, Brasil untuk pergelaran Paralimpiade 2016, ia meraih perunggu. Kini, Widi mengaku tengah mempersiapkan diri untuk Asian Para Games, Jakarta 2018.

Keseriusan menjadi salah satu modal besarnya. Soalnya, pada kejuaraan itu, Indonesia menjadi tuan rumah. “Saya akan berjuang dan berusaha agar bisa meraih prestasi lebih baik,” ujar Widi didampingi Direktur PR Media INAPGOC Ashgindo Fachreza Nasution. Menurutnya lawan terkuat di kelasnya adalah atlet dari Cina. “Saya berupaya bisa mengangkat beban 120 kg. Sebab atlet Cina yang meraih emas angkatannya 116 kg. Dan untuk kelas 45 kg selama ini didominasi Asia. Jadi kalau bisa juara maka peluangnya jadi juara dunia,” tambahnya penuh semangat. (bas)