“Nawacandra” Itu Visioner untuk Keberlanjutan Bali

(Baliekbis.com), Pasangan calon nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta mengusung 9 program unggulan atau yang disebut dengan Nawacandra. Program Nawacandra dikeluarkan demi masa depan Bali yang lebih baik. Program ini merupakan visi Bali untuk keberlanjutan Bali di masa yang akan datang, terutama bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ketua DPW Partai Nasdem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa menjelaskan, seluruh aspek pembangunan Bali sebenarnya sudah terangkum dalam Nawacandra mulai dari budaya, pariwisata, agama, pertanian, ekonomi kreatif dan lingkungan hidup. “Nawacandra itu visi Bali ke depan, visi untuk keberlanjutan Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana. Publik Bali perlu tahu bahwa orang yang memimpin Bali ke depan haruslah orang yang visioner, demi Bali di masa yang akan datang. Bukan Bali yang hanya dalam 5 tahun kepemimpinan, melainkan jauh ke depan,” ujarnya di Denpasar, Selasa (3/4).

Dari beberapa penjelasan pakar, Nawacandra setelah dikaji ternyata memuat seluruh keunggulan yang mau tidak mau harus dikerjakan oleh siapa pun yang akan memimpin Bali. “Dan syukurnya, kali ini pemilik Nawacandra ada di pundak orang yang tepat yang akan memimpin Bali yakni Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Visi Mantra-Kerta sudah sangat jauh untuk melihat Bali dengan segala problematikanya di masa yang akan datang,” ujarnya. Menurutnya, Mantra-Kerta menjadi orang yang tepat karena menyangkut kinerja dan prestasi. Sama seperti ayahnya Rai Mantra yakni Prof.

Ida Bagus Mantra yang sampai saat ini tetap fenomenal. Sebut saja beberapa program yang dihasilkan tetap dikenang publik Bali hingga saat ini seperti LPD, Art Center, peraturan ketinggian bangunan dan beberapa karya monumental lainnya. “Menghasilkan karya yang fenomenal, dikenang sepanjang masa bukan hal yang gampang. Harus lahir dari pemimpin yang bersih, jujur, tulus dan ikhlas, dengan dedikasi yang tinggi,” ujarnya.

Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta menjelaskan, Nawacandra itu rangkuman pembangunan Bali secara holistik. Program ini diawali dengan 4 tanggungjawab pokok pemerintah kepada rakyatnya secara gratis. Keempat kartu gratis itu antara lain Kartu Cerda Nawacandra, Kartu Sehat Nawacandra, Kartu Yadnya Nawacandra, dan Kartu Tani Nawacandra. “Ini 4 kebutuhan pokok rakyat Bali yang mau tidak mau pemerintah harus memenuhinya. Dan pemerintah bisa melakukan ini karena dasar hukumnya ada, uangnya ada. Tinggak kemauan pemimpin saja. Dan syukurnya, Mantra-Kerta berkomitmen untuk itu,” ujarnya.

Setelah 4 program pokok ini maka mestinya disusul dengan program lainnya yang sangat dibutuhkan di Bali. Persoalanya bukan kepada mana yang harus didahului dari yang lain, tetapi semuanya harus dilakukan secara simultan ketika 4 program pokok itu dilakukan. Di bidang agama dan spiritual, Nawacandra juga akan merehabilitasi pura sad kahyangan, dang kahyangan, kahyangan jagat, kahyangan desa, serta meningkatkan kesejahteraan para sulinggih, para pemangku, prajuru adat, pecalang, dan tukang banten. Di bidang kebudayaan juga akan dibangun art center, pasar seni, dan seterusnya. Di bidang ekonomi kreatif akan ada pemberdayaan masyarakat, penguatan LPD, KUR, UKM, dan sebagainya. Di bidang infrastruktur, akan dibangun bandara Bali utara, jalan tol ke utara dan barat Bali, sport center, pelabuhan kapal pesiar, pusat perbankan dan perdagangan dunia.(nwm)