Navicula Rilis Musik Video “Dinasti Matahari”

(Baliekbis.com), Membuka tahun 2022 ini, Navicula merilis persembahan untuk Nusantara; sebuah video klip untuk para pewaris sah “Dinasti Matahari”.

Dinasti Matahari berkisah soal pemaknaan rasa kebangsaan nilai adi luhung yang dimiliki Indonesia. Dimaknai untuk memulihkan kembali etik dan filosofi yang ada di nusantara, di mana budaya kita dilahirkan dari budaya tropis juga agrikultur.

Single Dinasti Matahari sekaligus mengenalkan kembali identitas masyarakat di Tanah Air sebagai bagian dari suku nusantara yang sudah sejak lama mewarisi cara hidup bersikap pada alam dengan mengambil, memanfaatkan secukupnya, bersyukur dari apa yang sudah tersedia dan menjaga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan desain kehidupan dimasa yang akan datang.

Sebelumnya, menutup 2021 ini dengan rangkaian tur bertajuk Home Sweet Home yang juga menjadi perayaan rilis single terbaru Dinasti Matahari. Navicula kini memasuki tahun ke-25 mengarungi industri musik Tanah Air dan telah melahirkan 10 album. “Ini album yang ke-11,” jelas Sandrina Malakiano kepada media, Selasa (11/1) di Kubu Kopi.

Tentang video musik Dinasti Matahari

Musik video ini bekerja sama dengan KITAPOLENG (Dibal Ranuh dan Jasmine Okubo) dan kolaborasi dari sejumlah produser dan director: Dibal Ranuh, Sandrina Malakiano, Jasmine Okubo, dan Gede Robi.

Sandrina Malakiano sendiri namanya dikenal sebagai presenter berita nasional dengan rekam jejak panjang di dunia audio visual. KITAPOLENG digagas sebagai arena dan ruang pertemuan multi seni, karya-karyanya seringkali hasil kolaborasi, kali ini musik video Dinasti Matahari yang digarap dengan kekuatan dari ciri khas KITAPOLENG yang banyak mengangkat tema budaya dan etnik nusantara dengan mengambil karakter suku-suku terbesar dari barat hingga timur Indonesia.

Lokasi pembuatan video dilakukan di Bali dan Sumba Timur, melibatkan belasan seniman tari dan penunggang kuda asli Sumba, menunggang kuda tanpa pelana, bahkan disebagian daerah kuda juga sebagai alat bantu transportasi bagi masyarakat Sumba. Mengadaptasi tradisi Pasola, merupakan upacara yang dilakukan oleh orang Sumba dalam rangka mengucap syukur atas berkat yang didapat sekaligus menyambut datangnya musim panen.

Mengambil karakter beberapa suku dan budaya nusantara dalam video ini, Selain Sumba, ada pula Hudoq dari Kalimantan Timur, Hudoq merupakan tarian dengan menggunakan topeng dan pakaian tertentu. Dari Bali, mengangkat kembali tarian Sanghyang Jaran dan Barong Brutuk, selain itu ada beberapa suku dan etnis lain seperti Nias, Badui, Minahasa dan Papua. Benang merah dari semua yang digambarkan adalah ucapan syukur atas apa yang sudah tersedia di alam bagi kehidupan manusia.

Video musik dan lagu Dinasti Matahari sudah tayang di kanal youtube Navicula Music, juga dapat didengarkan melalui berbagai kanal musik digital.

Navicula

Navicula adalah band asal Bali yang berdiri sejak tahun 1996. Band ini sangat lekat dengan isu sosial dan lingkungan, serta konsisten mengangkat tema ini di sebagian besar karya mereka. Formasi Navicula terkini adalah: Gede Robi (vokal, gitar), Dadang Pranoto (gitar), Palel Atmoko (drum), dan Krishnanda Adipurba (bass). Musik Navicula kuat dipengaruhi oleh genre Alternatif Rock era 90-an, yang dipopulerkan oleh band-band seperti Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden, dan Alice in Chains, tetapi Navicula dengan kreatif juga menggabungkannya dengan warna lain seperti psikedelia, progresif, balada, funk, dan musik etnik-tradisional (world music).

Navicula pernah bergabung dengan major label Sony/BMG tahun 2004 dan sempat merilis satu album bersama label ini. Namun, tahun 2006, Navicula kembali menyuarakan karya-karya mereka di jalur independen. Navicula percaya bahwa seni dapat memberi inspirasi dan pengaruh kepada publik yang lebih luas, terutama bagi anak-anak muda, sebagai agen perubahan di masa kini dan masa depan.

Dimanapun berada, baik skala lokal maupun global, Navicula senantiasa menanamkan benih-benih perubahan dan mendukung isu kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan. Melalui musik mereka, Navicula sadar dan bertanggung jawab, bahwa peran mereka sebagai seniman adalah tak cuma membuat hidangan yang lezat, namun juga bernutrisi. Hingga saat ini Navicula telah merilis 9 full album, 1 mini album, lusinan proyek album kompilasi, beberapa video musik dan dokumenter, dan sejumlah kolaborasi dengan artis, organisasi, serta jaringan kerja lokal dan internasional. (ist)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.