Mocha Band: Lahir dari Ngopi Bareng

(Baliekbis.com), Terkadang sesuatu yang kita lakukan sehari-hari bisa menjadi sebuah inspirasi, seperti halnya band yang satu ini, mereka terbentuk karena sering ngopi bareng. Hingga akhirnya membentuk sebuah band dengan nama Mocha. “Kita terbentuk dari sebuah kopi, makanya diberi nama Mocha,  jadi begini awalnya kita sering ngumpul bareng sambil menikmati kopi, kebetulan kopinya adalah mocha, nah itu berlangsung sejak tahun 2012, namun barulah pada  2 April 2016 kita resmikan diri dengan membentuk sebuah band,” ungkap Gus De Niko, sang gitaris beberapa waktu lalu saat ditemui di kawasan Denpasar.

Ditambahkan, Mocha terbentuk karena atas dasar kesenangan akan musik khususnya musik Bali, dan bukan sekadar isapan jempol mereka bahkan sudah merekam 8 lagu berbahasa Bali + 1 lagu yang sedang dalam proses pengerjaan. “Kalau ngomongin karya ya sudah ada 8 lagu yang kita rekam di MUS Studio, plus 1 lagu masih proses pengerjaan dari 8 lagu tersebut 3 di antaranya sudah kita buatkan music video dan sudah tersebar di jejaring social,” pungkasnya.

Band yang memilih Alternative Rock sebagai pondasinya dalam bermusik tersebut menegaskan bahwa mereka cukup yakin dan percaya diri untuk ikut serta dalam meramaikan belantika musik Bali. “Meski kami pendatang baru, keyakinan dan dukungan dari orang sekitar kami adalah ‘obat manjur’ bagi kami untuk terus berkarya,” tambah IB Candra selaku drummer dalam group yang berasal dari Kediri Tabanan tersebut. Ke-9 lagu tersebut rencananya akan dikemas ke dalam satu album dan diluncurkan di tahun ini. “Mohon doanya saja agar berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Dari segi lagu, Mocha Band lebih banyak bercerita dari pengalaman pribadi dan sekitar, sedangkan untuk video clip yang sudah rilis “Ada Kalahin Adi, “Dumogi Bagia Da  Rahina Pengrupukan”, Mocha yang di saat ini diperkuat oleh Tude (vocal), Gusde Niko (lead guitar), Gustu (guitar) dan IB Candra (drum) serta Gusde Angga itu rencana akan menggunakan Timpal Ngaman Timpal (TnT) sebagai judul dari album mereka. (ist)

 

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.