Minim, Minat Masyarakat Ikut UKBI

(Balikebis.com), Pemerintah kini terus menggencarkan sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai sarana menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. “Selain itu, penerapan UKBI diharapkan bisa menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,”ujar Kepala Balai Bahasa Bal, Drs. I Wayan Tama, M.Hum., Kamis (3/8/2017).

Dijelaskan, pelaksanaan UKBI bisa diikuti oleh mahasiswa, guru dan dosen yang diperuntukkan untuk persyaratan uji tesis serta bermanfaat dalam mengukur tingkat kompetensi. Khusus guru dan dosen kedepannya bisa digunakan sebagai persyaratan sertifikasi ataupun kenaikan pangkat. “Pelaksanaan UKBI juga penting bagi orang asing yang bekerja di Indonesia atau belajar bahasa Indonesia,”ucapnya. Wayan Tama juga mengatakan UKBI merupakan tes kemahiran berbahasa Indonesia yang mirip dengan TOEFL dalam Bahasa Inggris. Ujian UKBI meliputi berbagai hal diantaranya kemahiran membaca dan mendengarkan, kemahiran menulis dan berbicara, serta pemahaman kaidah bahasa. Khusus di Bali, masyarakat yang mengikuti UKBI masih sangat rendah. ”Minimnya masyaraat yang mengikuti UKBI mungkin karena belum merasakan manfaatnya, saya optimis di tahun-tahun mendatang peserta UKBI akan terus meningkat,” terangnya.

Minimnya peserta UKBI bisa saja lantaran informasi mengenai hal ini belum banyak diketahui masyarakat  luas. Untuk itulah kini pemerintah sedang gendar-gencarnya melakukan sosialisasi. “Harusnya kita semua wajib memartabatkan bahasa Indonesia, dan bukan sebaliknya lebih mendominan pada bahasa Inggris semata,” imbuhnya. Ditambahkan, gencarnya sosialisasi UKBI juga dalam rangka merealisasikan target pemerintah untuk menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional.” Menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional sangat dimungkinkan karena pengguna bahasa Indonesia memiliki penutur terbanyak di Asia Tenggara,”tambahnya. (sus)