Meninggal Saat Snorkling

(Baliekbis.com), Kartiaso (70) warga Bogor meninggal saat snorkling di Pantai Lipah, Ds Bunutan, Kec. Abang, Karangasem, Minggu (31/12) sekira pkl. 10.45 Wita.Sumber penting setempat mengatakan korban yang berprofesi dosen itu saat kejadian bersama istrinya dan temannya pergi snokling di Pantai Lipah Dsn. Lean Desa Bunutan.

Saat sampai di pantai, korban bersama saksi Anggela Ruth snorkling dengan menggunakan kaca /masker dan snokel dengan jarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. Sedangkan istri korban hanya berendam di pinggir pantai. Sekira pkl 10.45 Wita, Anggela melihat korban berulang kali membuka masker snorkling. Saksi lantas menghampirinya dan menanyakan kepada korban apakah ada masalah namun korban tidak menjawab. Korban bernapas tersengal sengal kemudian saksi berusaha mengajak korban ke darat. Namun karena tubuhnya berat, saksi berusaha meminta tolong dan datanglah I W Sudika menolong. Hampir sampai di darat, banyak masyarakat ikut menolong dengan cara menekan dada korban, memberikan napas buatan dan oksigen namun jiwa korban tidak bisa terselamatkan.

Sudika menjelaskan saat kejadian, ia bersama teman temannya duduk di pinggir pantai melihat ada tamu asing yang meminta tolong dari arah pantai. Kemudian saksi berenang menghampiri dan ternyata menemukan seorang wanita warga negara asing sedang berenang sambil menarik seorang laki laki. Kemudian saksi berusaha membantu membawanya ke darat dan berusaha ikut memberikan pertolongan namun jiwa korban tidak bisa terselamatkan. Saat dibawa ke daratan tubuh korban sudah tidak bergerak dan hanya bernapas lemah.Sementara istri korban, Didik Ardiana menerangkan pagi itu setelah sarapan, ia bersama suaminya dan temannya Anggela Ruth pergi ke pantai untuk snorkling. Tiba-tiba saksi mendengar Ànggela berteriak minta tolong. Kemudian masyarakat menolong dan ternyata saksi melihat warga sekitar sudah menggotong tubuh korban yang sudah tidak bergerak. Saksi yakin suaminya meninggal  karena musibah. Hasil olah TKP dan pemeriksaan luar VER oleh dokter dari Puskesmas setempat tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: