Melalui Vidcon, Pangdam Udayana Laporkan Peran dan Keterlibatan TNI dalam Penanganan Pandemi Covid-19 Kepada Panglima TNI

(Baliekbis.com),Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin rapat melalui Vidcon tentang penanganan Pandemi Covid-19 dan evaluasi penerapan protokol kesehatan zona hijau yang diikuti para Kepala Staf Angkatan dan para Panglima Komando Utama (Pangkotama) seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., menyampaikan laporan kepada Panglima TNI tentang penanganan Pandemi Covid-19 dan evaluasi penerapan protokol kesehatan zona hijau di wilayah Kodam IX/Udayana, bertempat di Ruangan Airlangga Makodam IX/Udayana, pada Rabu (3/6/2020).

Bahwa Pandemi Covid-19 di berbagai daerah sampai saat ini masih terjadi dan Kodam IX/Udayana bersama stakeholder lainnya telah melaksanakan berbagai upaya dalam penanganan wabah Covid-19 yaitu dengan tetap mengacu pada kebijakan Pemda Provinsi baik Bali, NTB dan NTT dalam penerapan pendisiplinan masyarakat.

Data penyebaran Covid-19 di wilayah Kodam IX/Udayana tertinggi terjadi di Provinsi NTB. Sedangkan dua provinsi lainnya sedang menyusun konsep protokol tata kehidupan era baru yaitu untuk Provinsi Bali direncanakan akan melaksanakan pembukaan kembali aktivitas masyarakat dan perekonomian yang dilakukan secara bertahap (2 tahap) dengan terbatas dan selektif, dimana pembukaan hanya untuk lingkup lokal Bali secara terbatas dan selektif dimulai pada tanggal 22 Juni 2020, serta pembukaan lebih luas namun tetap secara terbatas dan selektif dimulai pada tanggal 9 Juli 2020.

Baca Juga :   Pangdam Udayana: Suarakan Profesionalisme TNI Menjadi Investasi Besar Bagi Pembangunan Nasional

Kemudian keputusannya akan diambil secara bersama-sama oleh Gubernur bersama Bupati/Walikota dan aparat lainnya yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 di Bali. “Sedangkan protokol tata kehidupan era baru di Provinsi NTT, Gubernur NTT telah membuat rencana penerapan pelaksanaan tata kehidupan era baru yaitu semua aktifitas pemerintahan, dunia usaha, keagamaan dan kegiatan masyarakat lainnya akan mulai diaktifkan tanggal 15 Juni 2020 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, dan pendidikan akan dilaksanakan mulai bulan Juli 2020 atau disesuaikan dengan kebijakan nasional,” jelas Pangdam.

Pangdam juga menyampaikan peran dan keterlibatan TNI di tiap provinsi, dimana sesuai Orgas Kodam IX/Udayana mempunyai 2 peran (sebagai Satgas Gugus Tugas Covid-19 dan sebagai Kogasgabpad Penanganan Pemulangan PMI/ABK).

TNI bersama Satgas Covid-19 membantu percepatan penanganan Covid-19 dengan melaksanakan sosialisasi/himbauan, pembersihan wilayah dan penyemprotan disinfektan, melaksanakan kegiatan patroli gabungan, pengamanan dan pemeriksaan di pintu masuk (pelabuhan dan bandara). Melaksanakan penanganan debarkasi PMI dalam Satgas Kogasgabpad.

Selain itu, TNI juga memberikan dukungan Faskes dan tenaga medis, menggelar dapur lapangan untuk bantu penanganan Covid-19, membantu pendistribusian Bansos, dan membantu Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penyediaan stok darah dengan melaksanakan donor darah, serta membantu Polri dalam penegakan hukum bagi masyarakat. Tutup Pangdam.

Baca Juga :   Pangdam Udayana Hadiri Upacara HUT Ke-74 Bhayangkara

Selanjutnya Panglima TNI pada intinya menyampaikan keterlibatan TNI dalam penanganan pendisiplinan Pandemi Covid-19 khususnya di wilayah zona hijau. Pemerintah memberikan kewenangan kepada Pemda untuk mulai mengaktifkan kegiatan masyarakat produktif terdampak Covid-19 tetap berdasarkan protokol kesehatan. Pengambilan keputusan terkait pendisiplinan protokol kesehatan harus melibatkan Forkopimda serta seluruh komponen masyarakat seperti pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, DPRD dan dunia usaha.

Hal ini sangat penting agar keputusan yang diambil merupakan keputusan yang komprehensif dan zona hijau perlu dipertahankan agar tidak berubah menjadi kuning, orange bahkan menjadi merah. Setiap pengambilan keputusan, Apter harus berdasarkan data dan fakta di lapangan, untuk selanjutnya dapat diambil keputusan sesuai tahapan-tahapan yang sudah ditentukan menurut protokol kesehatan dan tindakan cepat, terkoordinir dan fokus.

Edukasi dan sosialisasi sangat penting, karena masyarakat yang produktif dan anti Covid akan dapat dicapai dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. “Kita selalu mengingatkan kepada masyarakat agar menggunakan masker, jaga jarak dan disiplin untuk mencuci tangan, itu kuncinya”, tegas Panglima TNI.

Baca Juga :   Perkembangan Covid-19 di Bali: Pasien Dirawat 630, Meninggal 13

Hadir mendampingi Pangdam di antaranya Kasdam IX/Udy, Irdam IX/Udy, Danrem 163/WSA, Kapok Sahli Pangdam IX/Udy, Asrendam IX/Udy, para Asisten Kasdam IX/Udy, Kapendam IX/Udy, Kabekangdam IX/Udy, Kakesdam IX/Udy, Danpomdam IX/Udy, Dandim 1611/Badung, Kapuskodaldam IX/Udy dan Dandeninteldam IX/Udy. (pen)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: