Masyarakat NTB Kian Akrab dengan Ramuan Pak Oles

(Baliekbis.com), Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) kian akrab dengan berbagai jenis obat tradisional Ramuan Pak Oles yang dibuat dari bahan baku ratusan jenis tanaman obat organik yang dirawat dan dipelihara secara khusus pada hamparan lahan seluas delapan hektar di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. “Usaha yang dirintis tahun 1998 atau 22 tahun silam itu masuk kategori industri rumah tangga, terus berkembang menjadi industri kecil obat tradisional dan kini menjadi Industri Obat Tradisional (IOT) berstandar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan mengelola dua pabrik,” tutur Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.

Sosok pria enerjik kelahiran Desa Bengkel, Buleleng 9 Agustus 1961 setelah menyelesaikan pendidikan S2 di Faculty Agriculrure Universitas or The Ryukyus tahun 1990, tekad, hati dan pikirannya tidak pernah goyah dari teknologi Effective Mieroorganisme (EM) untuk dapat bekerja secara total membangun pertanian, lingkungan dan kesehatan.

Pak Oles selama tiga tahun (1987-1990) berguru kepada Prof. Dr. Teruo Higa, penemu EM4 di University Of The Ryukyus, Okinawa, Jepang dan teknologi EM kini diterapkan dalam proses produksi obat-obatan trasional antara lain Minyak Oles Bokashi (MOB), Minyak Tetes Bokashi (MTO) dan 33 jenis produk lain. “ Masyarakat dari berbagai tempat di Lombok dan daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini cukup akrab dengan produk hasil racikan Pak Oles,” tutur Kepala Cabang Pemasaran Ramuan Pak Oles NTB, Gede Ngurah ketika menerima kunjungan kerja Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana di Mataram selama dua hari, 10-11 Desember 2019.

Hal itu diperkuat dengan ungkapan dua orang sopir Grab yakni Sulkifli dan Saiful bahwa masyarakat NTB selalu akan membeli Minyak Oles Bokashi dan jenis produk lainnya untuk kebutuhan di rumah tangga. MOB dalam berbagai kemasan itu mempunyai banyak khasiat dan manfaat, sehingga setiap keluarga akan selalu membeli untuk cadangan jika suatu hari nanti diperlukan. MOB menurut Sulkifli dan Saiful pihaknya selalu memiliki cadangan MOB di rumahnya masing-masing karena sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan anggota keluarga, seperti sakit kaki, diare, wasir dan mengatasi keluhan penyakit lainnya. Sehingga tidak mengherankan produk ramuan Pak Oles yang telah dibangun sejak 22 tahun silam kini sangat memasyarakat di NTB. Hampir semua toko-toko modern, apotik dan warung menjual produk ramuan Pak Oles, khususnya Minyak Oles Bokashi.

Gede Ngurah menjelaskan, dalam memacu pemasaran produk ramuan Pak Oles mengandeng empat buah stasiun radio untuk mempromosikan produk multi khasiat itu secara berkesinambungan kepada masyarakat luas. Keempat stasiun radio itu masing-masing di Bima, Sumbawa, Praya dan Mataram. Pemasaran produk ramuan Pak Oles juga dilakukan oleh 50 orang Sales Promotion Girls (SPG) yang setiap hari bergerak ke tempat-tempat umum dan strategis sambil membagikan Koran Pak Oles yang memuat informasi aktual menyangkut berbagai aspek secara gratis. Dengan berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan itu Ramuan Pak Oles kini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di berbagai daerah di NTB.

“Saya sendiri cukup heran masyarakat NTB sangat akrab dengan MOB, padahal di sini sejak lama sudah ada minyak NTB, namun kurang mendapat perhatian masyarakat setempat,” tutur Sulkifli, seorang sopir Grab. Hal yang sama diamini Saiful, seorang sopir Grab lain saat berjalan dari Mataram Mall ke Epicentrum Mall. Semua itu berkat terobosan, kerja keras dan fokus yang dilakukan oleh tim pemasaran Cabang NTB dalam memasarkan produk Ramuan Pak Oles kepada masyarakat luas dan prestasi itu dapat lebih meningkat lagi, harap Kepala Cabang NTN, Gede Ngurah.

Dirut Gede Ngurah Wididana memberikan apresiasi atas kinerja tim pemasaran cabang NTB dan keberhasilan itu diharapkan dapat lebih ditingkatkan pada masa masa mendatang. Upaya itu dengan menanfaatkan setiap kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di daerah ini untuk memasarkan produk Ramuan Pak Oles. Kegiatan seperti gerak jalan massal dan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang dapat dimanfaatkan SPG memasarkan produk karena selama ini peluang itu belum tersentuh.

Gede Ngurah Wididana didampingi Albert Kin Ose Moruk dari Devisi Media Pak Oles dalam kunjungan kerja dua hari, 10-11 Desember 2019 dalam perjalanan dari Mataram ke Tanjung Aan, sempat berhenti singgah ke Alfa Mart untuk membeli minuman dan makanan kecil, sekaligus mengecek distribusi produk Minyak Oles Bokashi dan bagaimana respon konsumen. Pak Oles mendapat jawaban dari penjaga tokonya bahwa “Minyak Oles Bokashi memang produk best seller. Masyarakat Lombok banyak yang pakai.” Setelah ia kenalkan diri sebagai Pak Oles, penjaga toko spontanitas minta foto bersama, “biar tambah top”, katanya.

Demikian pula Konter Pak Oles di Jl Brawijaya Mataram, yang lokasinya di depan Pura Meru Karang Kecicang, dengan tim pemasaran 50 Orang, siap melayani konsumen di Lombok dan Sumbawa (NTB). Penjaga konter Wayan Dewi Septiari, Kepala Cabang Gede Ngurah, Administrasi Kadek Noviani, selalu setia menanti kunjungan konsumen.

Selama hampir 20 tahun tim pemasaran Bokashi NTB bekerja keras di Bumi Sasak berhasil jadikan produk bokashi merakyat sampai ke pelosok desa. Minyak Bokashi dan Pak Oles dikenal secara meluas dari golongan masyarakat rendah sampai yang tinggi. Minyak Bokashi pasti Tokcer. Dapatkan produknya di apotik, toko obat, Indomaret dan Alfa Mart.

Kepala Cabang Pemasaran Ramuan Pak Oles NTB, Gede Ngurah terus bekerja keras dan fokus untuk menjangkau pasar yang lebih luas di daerah itu dengan menyentuh apotek maupun outlet penjualan obat dengan sistem kerja sama saling menguntungkan. Bahkan hampir semua apotek dan outlet penjualan obat di kota bermoto Maju, Religius dan Berbudaya itu nyaris tak ada kosong dari stok produk obat tradisonal asli Bali ini.

Di Apotek Pulasari yang berlokasi di Jl KH Ahmat Dahlan, Pagesangan, Mataram misalnya, produk ramuan Pak Oles di apotek yang berlokasi tepat di depan kompleks pertokoan Mataram handy Craft (MCC) ini bagi pelanggan atau konsumen di Pagesangan, Jempong, bahkan warga di perbatasan Lombok Barat dan kota Mataram ini sudah mengenal produk Pak Oles.

Produk dimaksud seperti yang pernah diungkapkan marketing Apotek Pulasari, Desak Made, berbagai jenis produk madu Pak Oles, Minyak Oles Bokashi, Salep Ratun, Krim Saribing, Parem Lantik dan sebagainya. Produk yang paling banyak dicari adalah Madu Resi disusul Minyak Oles Bokashi dan produk lain untuk menghilangkan jerawat, mengencangkan muka yakni Saribing.

Produk alami Pak Oles dicari karena selama ini konsumen yang datang ke apotek menuturkan cukup terbantu dalam menjaga kesehatan, kebugaran dan dalam menjaga stamina tubuh setelah konsumsi rutin Madu Resi terutama dan Minyak Oles Bokashi. “Kami berharap ke depan kerja sama dengan PT Karya Pak Oles di Mataram semakin kuat dan terbina dengan baik, mendidik masyarakat untuk selalu hidup sehat dan menjaga kesehatan dengan produk alami,’’ ujar Made. (ist)