Mangku Pastika Tinjau Pembangunan Kampus Upaya Indonesia Damai di Serangan

(Baliekbis.com), Anggota DPD RI Dr. Mangku Pastika,M.M. dalam kegiatan resesnya meninjau pembangunan Kampus Upaya Indonesia Damai -University Unity in Diversity (UID) di kawasan BTID Serangan Denpasar, Selasa (28/12).

Dalam kunjungan tersebut Mangku Pastika yang didampingi Tim Ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja diterima Anak Agung Buana selaku Legal & Licensing PT. BTID (Bali Turtle Island Development) dan GM Quick Responsibility BTID Made Sumantra.

Agung Buana menjelaskan kampus ini dibangun atas kerja sama dua kampus ternama di Cina dan Amerika yakni Tsinghua University (China) dengan Institut Teknologi Massachusetts (Amerika).

Bangunan empat lantai dengan konstruksi baja ini diharapkan selesai 2022 dan rencananya diresmikan bersamaan saat berlangsungnya KTT G20. UID dicanangkan akan menjadi Pusat Pelatihan Kreativitas dan Teknologi atau Silicon Indonesia.

Mangku Pastika dalam peninjauan tersebut menegaskan pembangunan investasi pendidikan sangat penting guna menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Pendidikan menjadi kunci dalam meningkatkan SDM Bali, Indonesia dan dunia,” ungkap Mangku Pastika.

Mewujudkan hal itu memang memerlukan perjuangan panjang. UID dijelaskan Mangku Pastika sebagai tindak lanjut pertemuan dirinya ketika menjadi Gubernur Bali dengan Rektor Universitas Tsinghua, Cheng Xu untuk menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang pendidikan.

Dalam pertemuan itu, pihaknya menginginkan agar ada kesempatan bagi putra putri Bali mengenyam pendidikan di sana. Apalagi Universitas Tsinghua yang juga merupakan mitra Massachusetts Institute of Technology di Amerika memiliki kualitas IT yang sudah diakui dunia.

Selain pertukaran pelajar dan mahasiswa, Pastika juga berharap kerja sama bisa diperluas dengan mengirimkan pengajar dan staf universitas di Bali untuk menjalani pelatihan di sana.

Mangku Pastika juga menambahkan pembangunan kampus ini berlandaskan pada falsafah Tri Hita Karana dengan selalu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan.

“Situasi dan kondisi inilah yang membuat pulau Bali selalu dijadikan referensi untuk pelaksanaan event besar seperti, Miss World, APEC Summit, Bali Democracy Forum, Bali Culture Forum, WTO Summit dan lain-lain,” ujar Gubernur Bali 2008-2018 ini. (bas)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.