Mahasiswa UGM Buat Inovasi Mouse Bagi Penyandang Tuna Daksa

(Baliekbis.com), Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi berupa mouse bagi penyandang tuna daksa yang dinamai Difabel Care (DC) Mouse. “DC Mouse hadir dalam bentuk optical mouse yang didesain khusus bagi para penyandang tuna daksa cacat tangan. Di desain menyerupai sandal yang dipakai di kaki dengan ukuran yang telah dissuaikan dengan antropometri kaki manusia Indonesia menggunakan persentil 95,” jelas Devita Ayuni Kusumaningsih, salah satu anggota pengembang DC Mouse, saat dihubungi Rabu (14/8).

Devita mengembangkan mouse in bersama dengan teman se-fakultasnya di Fakultas Teknik UGM yakni Muhammad Zhafran Haidar Muttaqin dan Akhmad Adham Nur Husaen di bawah bimbingan Dawi Karomati Baroroh, S.T., M.Sc. Pengembangan mouse ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap para penyandang difabel tuna daksa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi karena keterbatasan fisik mereka. Padahal di era revolusi industri 4.0 yang mengarah ke digitalisasi penggunaan komputer begitu penting. Sayangnya, media input komputer saat ini belum mampu mengakomodir kebutuhan peyandang tuna daksa. Salah satunya bentuk mouse yang belum bisa mengaomodir keterbatasan fisik penyandang tuna daksa.

Dia mencontohkan salah seorang pelukis kanvas tanpa tangan asal Yogyakarta, sudah terbiasa melakukan aktivitas melukisnya dengan kaki. Namun era revolusi industri 4.0 menuntutnya untuk lebih berkreasi dalam mengkomposisikan warna dan gambar dari lukisannya. Hal tersebut dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer, tetapi hal itu terkendala oleh bentuk mouse yang belum bisa mengakomodir keterbatasan fisiknya.

“Dari situlah kami berinovasi mengembangkan DC mouse yang diharapkan dapat membantu para penyandang tuna daksa terutama dengan cacat tangan agar mudah mengakses komputer sehingga bisa meningkatkan produktivitas mereka,” terangnya. DC Mouse didesain dengan empat fitur utama yaitu klik kanan, klik kiri, drag, dan scroll. Dirancang menggunakan bahan Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) dan kulit sintetis sehingga nyaman untuk digunakan.

Ketiga mahasiswa tersebut mendesain DC Mouse dengan bantuan Software Autodesk Inventor dan mencetak prototype menggunakan Mesin 3D Printer. Selanjutnya dirakit dengan komponen elektronis dari sensor optik yang dihubungkan dengan USB tranceiver ke komputer. Zhafran menambahkan berdasarkan pengujian terhadap responden dihasilkan bahwa DC Mouse mampu dioperasikan dengan akurasi ketepatan pointer paling tinggi mencapai 100%, efisiensi 20%, dan jumlah klik 5,3 kali per detik. Sedangkan dalam tiga kali replikasi didapatkan rata-rata ketepatan 49%, efisiensi 24%, jumlah klik 3,7 klik per detik, dan jumlah scroll 400 pixel per detik.

Hasil pengujian membuktikan bahwa DC Mouse sudah layak pakai. Kendati begitu, disampaikan Zhafran teknologi ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum menuju tahap komersialisasi. Teknologi DC Mouse sendiri merupakan luaran dari Program Keativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Produk ini berhasil memperoleh dana hibah dari Kemenristekdikti dan lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 yang diselenggarakan pada tanggal 27-31 Agustus 2019 mendatang di Universitas Udayana, Bali. (ika)