Lomba Cipta Kreasi Menu Non Beras dan Non Terigu Meriahkan HUT Ke-248 Kota Gianyar

(Baliekbis.com), Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pokok beras, pada peringatan HUT ke-248 Kota Gianyar, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar menggelar lomba cipta menu berbahan dasar non beras dan non terigu. Berlokasi di seputar CFD Gianyar. Lomba yang menekankan penganekaragaman cipta menu konsumsi pangan lokal di buka oleh Sekdakab. Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya didampingi Wakil Ketua DPRD Gianyar I Ketut Jata, Minggu (28/4).

Saat ini masyarakat kita sangat ketergantungan dengan bahan pokok beras sebagai sumber karbohidrat utama. Padahal selain beras masih banyak bahan pangan lainnya seperti jagung, ketela dan berbagai jenis umbi-umbian lainnya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat inilah kata Sekda Wisnu Wijaya sangat perlu peran serta masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan  aman (B2SA).  Selain itu, lomba ini juga dapat meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penghasil sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral untuk konsumsi keluarga.

Sementara itu Kepala DKPKP Gianyar Ir. Dewi Hariani menjelaskan,  Lomba Cipta Menu (LCM) berbahan dasar pangan lokal non beras dan non terigu diikuti oleh anggota PKK atau Kelompok Wanita Tani (KWT) di masing-masing kecamatan. Menu yang ditampilkan pada lomba kali ini adalah menu makan pagi, makan siang dalam bentuk lunch boks (kotak bekal), dan makan malam untuk satu keluarga sengan seorang ayah berusia 37 tahun, ibu berusia 35 tahun dan dua orang anak masing-masing berusia 5 tahun dan 7 tahun. Menu yang diharapkan adalah menu sehari-hari yang biasa disediakan di rumah dengan memakai bahan yang ada di lingkungan sekitar rumah.

“Mengapa kami menekankan adanya perbedaan usia dalam keluarga, tujuannya adalah agar seorang ibu bisa memahami kebutuhan nutrisi masing-masing keluarga itu berbeda, tidak boleh disamakan,” tegas Dewi Hariani.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk lomba cipta menu pihaknya menghadirkan para juri yang memang berkompeten di bidangnya masing-masing seperti Made Lugra dan chef Cakra dari  Indonesia Chef Association (ICA) Gianyar, dari Poltekkes dan dari unsur TP.PKK Kabupaten Gianyar. Selain lomba cipta menu ada juga pameran hasil-hasil pangan lokal oleh KWT masing-masing kecamatan.

Ditambahkan, selain lomba Cipta Menu juga ada lomba menangkap lele untuk anak SD dan lomba mewarnai ikan untuk anak-anak TK. Lomba ini menurut Dewi Hariani untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terutama dari kalangan anak-anak pada ikan yang nantinya  berimbas pada peningkatan konsumsi ikan di Kabupaten Gianyar.

Salah satu dewan juri Chef Cakra memaparkan, dilihat dari pemilihan bahan bahan dari awal kita harus teliti, apa yang nanti akan disajikan, apakah cocok bahan dasar dikombisasikan dengan bumbu dan bahan lainnya. Ini sangat penting nanti pada cita rasa dan penyajian. Begitupula dalam pengolahan, dalam menu sehari jangan hanya monoton. Harus dikombinasikan antara direbus, dikukus ataupun digoreng. Tidak lupa pula Chef Cakra dari ICA Gianyar ini mengingatkan, agar memanfaatkan berbagai aneka sayuran lokal lainnya seperti daun kelor, daun pegagan (daun piduh) karena justru bahan-bahan seperti itu yang kini diminati.

Ketua TP.PKK kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan bahwa lomba ini sangat penting bagi ibu-ibu rumah tangga. Karena ini menantang kreativitas kita dalam berkreasi menu sehari hari. Ny. Adnyani Mahayastra juga menegaskan karena ini temanya non beras dan non terigu, kita juga harus tahu bahwa bukan hanya beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat, masih ada yang lain dan tak kalah kandungan karbohidratnya seperti jagung, ketela, ubi ungu dan lain lainnya.

Bahkan sebagai ketua TP.PKK Kabupaten Gianyar Ny. Adnyani Mahayastra sangat kagum dengan kreativitas ibu-ibu di Gianyar. Buktinya pada lomba cipta menu tingkat provinsi dari tahun ke tahun Gianyar hampir selalu masuk 3 besar bahkan pernah mewakili Bali ke tingkat nasional dalam lomba yang sama.

“Inilah tujuan kita melibatkan ICA, agar kita bisa belajar dari para koki-koki handal bagaimana kita dalam mengolah menu yang sehat, enak dan aman untuk keluarga,” tegas Istri Bupati Gianyar Made Mahayastra ini. (eni)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: