Lapas Narkotika Bangli Latih 20 Warga Binaan Usaha Tempe

(Baliekbis.com), Setelah sukses di beberapa pembinaan seperti bidang perkebunan dan perikanan kini Lapas Narkotika Bangli mengembangkan produksi pembuatan tempe dan keripik tempe.

Dalam kegiatan ini Lapas Narkotika Bangli bekerja sama dengan industri rumah tangga “Sanan Tahu Tempe” yang berlokasi di Jln. Cokroaminoto, Ubung yang masih berada di bawah naungan LSM Yayasan Dua Hati Bali.

Kegiatan ini diiikuti 20 orang Warga Binaan dan pelatihan ini diberikan oleh 2 orang instruktur dari Sanan Tahu Tempe.

Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Rabu (13/10) mengatakan pelatihan pembuatan tempe ini menjadi hal yang menarik untuk dilakukan karena tempe merupakan makanan pokok orang Indonesia. Tempe juga mudah dibudidayakan dan dikembangkan dimanapun dalam skala usaha mikro.

“Pelatihan diberikan agar WBP menjadi kreatif dan produktif, dan semoga nantinya ilmu yang didapat bisa diaplikasikan setelah mereka kembali kemasyarakat,” ujar Jamaruli Manihuruk.

Kasi Kegiatan Kerja Nyoman Bhudianta menyampaikan program kemandirian ini diharapkan memberikan bekal kepada Warga Binaan agar mempunyai bekal dan ilmu saat bebas nanti dan juga bertujuan untuk mendongkrak PNBP di Lapas Narkotika Bangli.

Sesuai 10 prinsip pemasyarakatan yang mana salah satunya adalah “Ayomi dan berikan bekal hidup agar mereka dapat menjalankan perannya sebagai Warga masyarakat yang baik dan berdayaguna”. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: