Krama Cagaan Gelar Tawur Pedanan

(Baliekbis.com), Pelestarian adat dan tradisi di era modern menjadi tantangan terberat masyarakat Bali, hal tersebut diungkapkan Bupati Gianyar dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kabupaten Gianyar, I Made Wisnu Wijaya saat menghadiri upacara Tawur, Padudusan Agung, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Puseh dan Desa Pakraman Cagaan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (21/10).
Lebih lanjut, I Made Wisnu Wijaya mengatakan, upacara semacam ini merupakan salah satu upaya pelestarian adat dan budaya, disamping tujuan utamanya yakni meningkatkan srada bakti umat kepada Sang Pencipta. Saya bangga terhadap kesiapan serta semangat gotong royong warga dalam melaksanakan upacara ini, saya juga berharap upacara ini bisa selesai dan berhasil sesuai dengan yang diharapkan,paparnya.
Bendesa Cagaan, I Wayan Purna mengatakan kesiapan warga dalam melaksanakan upacara ini. Persiapan dilaksanakan sejak 10 tahun silam dengan merehab beberapa pelinggih yang rusak di areal pura. Disamping itu, warga juga telah menyiapkan pelbagai sarana upacara yang bisa disiapkan di masing-masing warga dari rumah masing-masing, sehingga saat upacara berlangsung bisa meringankan beban warga.
Saat upacara Tawur yang dilaksanakan, Minggu (21/10), upacara dipuput 6 sulinggih, yakni, Ida Peranda Gede Buruan Manuaba dan Ida pedanda Istri Manuaba asal Gria Gede Pejeng, Ida Pedanda Gede Rai Ketewel asal Gria Babakan, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri asal Gria Gunung Sari Peliatan, Ida Pedanda Gede Rai Buruan asal Gria Belong Danginan Belega dan Ida Pedanda Madiana asal Gria Keniten kedisi Payangan. Sedangkan warga Desa Pakraman Cagaan terdiri dari 125 Song, 329 Pengarep, 125 krama Pengele, dan 205 Krama Balu angkep. Sejak tiga bulan seluruh karma sudah mempersiapkan pelbagai sarana upacara, sehingga rangkaian upacara diharapkan berjalan lancar hingga Senin (5/11) mendatang.
Rangkaian upacara ini dimulai, Minggu (9/9) dengan upacara nuasen dan berakhir hingga Senin (5/11) dengan upacara Nyegara Gunung. Saat upacara Tawur, legiatan juga dihadiri Gubernur Bali, I Wayan Koster yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Astawa, jajaran OPD Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar, Camat Tampaksiring, tokoh masyarakat sekitar serta warga Desa Pakraman Cagaan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Bali, Putu Astawa mengatakan puji syukur yang tak terhingga kepada Tuhan, sehingga upacara ini bisa berjalan lancar. Upacara besar seperti ini akan berdampak positif terhadap segala kehidupan masyarakat Bali. Semoga karya ini berhasil dan bisa sukses sesuai dengan harapan warga. (suar)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: