Jelang Hari Anti Korupsi, KPK RI Bersepeda Bersama

(Baliekbis.com), Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh setiap tanggal 9 Desember dengan pelaksanaan tahun ini diisi berbagai kegiatan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Salah satunya Kota Denpasar menjadi tempat kegiatan bersepeda bersama rangkaian Hari Anti Korupsi Internasional. Kegiatan yang bertajuk Anticoruption Messengers Bali 2017 diikuti ratusan komunitas sepeda Denpasar hingga Bali serta siswa sekolah yang dilepas Wakil Walikota I GN Jaya Negara bersama Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Sujanarko, Sabtu (21/10) didepan kantor Walikota Denpasar.
Tampak pula dalam kegiatan ini diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kota Denpasar yang mengelilingi rute Jl. Surapati, Jl. Kapten Agung, Jl. Kapten Regug, Jl. Beliton, Jl. Sumatra, Jl. Hasanudin, Jl. Thamrin, Jl. Cokroaminito dan berakhir di Lapangan Lumintang Denpasar. Para pesepeda ini juga akan melanjutkan berkeliling ke 9 kabupaten/kota di Bali dengan membawa visi misi anti korupsi. Tampak dalam kegiatan tersebut KPK RI menyebarkan stiker “Berani Jujur Hebat’’ kepada para peserta.
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Sujanarko mengatakan bersepeda bersama menjadi rangkaian dari peringatan Hari Anti Korupsi Internasional puncaknya pada 9 Desember mendatang. Kegiatan yang memilih Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali tak terlepas dari kesadaran, kesiapan aktifitas masyarakat dan pemerintah dalam anti korupsi. Kegiatan seperti ini untuk ketiga kalinya yang pertama diawali di Kota Bandung dan Jogjakarta. Disamping menggelar sepeda bersama, pihaknya juga menggelar diskusi bersama teman-teman mahasiswa, aktivis dan masyarakat. “Kami merasa terhormat melaksanakan kegiatan Anti Korupsi ini di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya untuk bersama-sama pemerintah, masyarakat dan komunitas anti korupsi mensosialiasikan berani jujur hebat,’’ ujarnya. Dikatakan kejujuran saja tidak cukup dalam mencegah korupsi tapi harus konsisten dan berani dalam mengingatkan kegiatan yang menyimpang. Seperti di jajaran pemerintah daerah harus jujur, konsisten dan berani dalam mengingatkan kegiatan yang menyimpang. Begitu juga di masyarakat dan lingkungan siswa sekolah yang harus berani, jujur dan konsisten. Menyadarkan masyarakat bahwa kerusakan korupsi tidak hanya terkait dengan para pejabat tinggi, namun dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sangat dirugikan dari kegiatan korupsi. Seperti cotohnya belanja ke pasar beli gula dengan harga mahal dan tidak sesuai yang tentunya sangat merugikan. Sehingga berdasarkan Undang-undang RI, melalui lembaga KPK diputuskan untuk memberantas korupsi dengan melibatkan peran serta masyarakat. “Jujur saja tidak cukup dalam mencegah korupsi, yang paling utama dibutuhkan adalah mengakui kesalahan, konsisten dan berani melakukan pencegahan,’’ ujarnya.
Sementara Wakil Walikota I GN Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada KPK RI yang telah memilih Denpasar untuk kegiatan Hari Anti Korupsi Internasional dengan bersepeda bersama. Jaya Negara didampingi Kepala Inspektorat Denpasar, I.B Sidharta mengatakan pihaknya terus melakukan pencegahan kepada seluruh jajaran Pemkot Denpasar hingga melakukan sosialisasi pentingnya pencegahan korupsi bersama-sama masyarakat.  
Salah satu peserta komunitas sepeda Samas, Hendradatta mengatakan sangat bangga dapat ikut terlibat dalam membawa visi anti korupsi. “Kita dapat belajar bersama bahwa kejujuran sangat penting, namun juga harus dilakukan dari dalam diri sendiri yang tidak cukup dari itu namun dibutuhkan dari dukungan orang lain untuk berbuat jujur,’’ ujarnya. (pur)