Kilas Balik Drama Komedi

(Baliekbis.com), Film drama-komedi meurupakan sebuah genre yang bertumbuh serta sempat mendapatkan popularitasnya sedini tahun 1900-an. Awalnya, merupakan film tanpa suara yang mengandalkan bakat para aktor untuk mengundang tawa penonton, terutama gaya slapstick yang dipopulerkan oleh Charlie Chaplin, Harold Lloyd, dan Buster Keaton.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, film komedi mengemuka dengan humor-humor gaya baru yang beragam. Marx bersaudara adalah salah satu kelompok revolusioner pertama di dunia film komedi bersuara, dan gaya humor mereka seperti fast-talking (bicara cepat). Salah satu gaya baru pertama yang muncul adalah komedi sinting, dibawakan oleh Three Stooges. Dan kini dalam bentuk paling modern dapat kita temui dalam komedi Mr. Bean yang diperankan Rowan Atkinson.

Selain itu, muncul pula film-film dengan komedi alternatif serta mengeksplorasi pula gaya plastis, hingga komedi situasi bahkan black comedy atau komedi hitam. Televisi memainkan peran utama dalam membentuk film komedi, khususnya selama tahun 1950-an. Turunnya angka penonton bioskop membuat film bermigrasi ke televisi  dan belakangan melahirkan bentuk Sitkom atau Komedi Situasi.

Sejarah perfilman di Indonesia ditandai pula kehadiran film-film komedi, bahkan sejak awal keberadaannya sedini tahun 1951. Publik mencatat sosok-sosok yang melegenda seperti Bing Slamet, dan belakangan tampil Benyamin Sueb dengan lagak lancungnya sebagai jelmaan anak Betawi, berikut sejumlah aktor komedi populer lainnya: Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), Kadir, Doyok, serta tak kalah populer keluarga besar Srimulat.

Serta tentu tak bisa dilupakan pula sosok Nya Abbas Akup, sineas asal Aceh yang mengawali karir di dunia film sebagai asisten sutradara di Perfini (Persatuan Film Indonesia) pimpinan Usmar Ismail. Bermula dari sana, ia kemudian mendampingi sutradara D. Djajakusuma menggarap film “Heboh”. Belakangan, nama Akup kian dikenal sebagai sutradara  yang mencipta film-film bergenre komedi. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: