Ketua PD PRSSNI: Pendengar Radio di Bali Masih Tinggi

(Baliekbis.com),Pesatnya perkembangan digitalisasi disadari menimbulkan persaingan yang sangat ketat antarmedia. Namun kinerja industri dunia siaran seperti halnya radio masih tetap eksis.

“Bahkan menurut hasil survei pendengar radio masih cukup tinggi,” ujar Ketua PD PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia) Bali Komang Agus Satuhedi, Jumat (22/11/2019) di sela-sela acara Radio Academy II, Jumat (22/11/2019) di Denpasar.

Radio Academy yang dibuka Ny. Putri Koster, mengangkat tema “Riset dan Radio Programing, Upaya Penguatan Industri Radio di Bali” diikuti 75 peserta dari 70 stasiun radio yang ada di seluruh Bali.

Satuhedi mengakui kemajuan teknologi yang pesat saat ini menjadikan masyarakat memiliki banyak pilihan dan ini berdampak pula pada pendengar radio. Namun menurutnya sepanjang insan di radio juga ikut berbenah menyesuaikan dengan teknologi serta konten yang sejalan dengan keinginan pendengarnya, maka diyakini radio akan tetap banyak pendengarnya.

Masih tingginya pendengar radio, tambah Satuhedi terbukti dari masih eksisnya stasiun radio yang ada di Bali. “Sejauh ini belum ada radio yang sampai berhenti siaran. Yang penting semua insan di radio bekerja serius dan profesional,” jelasnya.

Satuhedi juga menambahkan dari sisi bisnis, radio juga masih menjanjikan sepanjang bisa memenuhi kebutuhan pendengarnya dan sudah tentu bisa memberi manfaat. “Penggemar di segmen milenial masih sangat banyak. Untuk itu para praktisi radio ke depannya harus dapat menciptakan program-program yang unggul dan berdaya saing tinggi sesuai kebutuhan masyarakat dan industri,” tambahnya.

Ketua Umum PRSSNI Erick Thohir dalam sambutan tertulisnya mengatakan untuk bisa menarik pendengar yang banyak, radio perlu konten (program) yang bagus. Untuk membuat konten (program) yang bagus, harus dilakukan pemetaan atau riset yang tepat. Dan yang tak kalah penting, konten (program) bagus harus dikemas, diproduksi dan dibawakan oleh SDM yang tepat.

PRSSNI saat ini menaungi 580 Radio Siaran di Indonesia. Ada banyak sektor terkait di industri Radio di antaranya infrastruktur, regulasi, bisnis, dan SDM yang menjalankan. Karena itu, perlu kolaborasi untuk membangun iklim yang kondusif, ekosistem industri radio yang lebih seksi dan menggairahkan, secara bersama-sama. (bas)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.