Ketua FSP-Par Badung: Merebaknya Corona, Pengusaha Pariwisata Jangan Korbankan Pekerja

(Baliekbis.com),Ketua FSP Par-SPSI Badung Putu Satyawira Marhaendra berharap pengusaha tidak sampai mengorbankan pekerja karena sepinya wisatawan akibat dampak virus Corona.

Dikatakan, pekerja di sektor pariwisata dipastikan akan menjadi korban pertama dari dampak wabah Virus Corona. Kebijakan merumahkan, bahkan pemutusan hubungan kerja sulit dihindari jika kondisi pariwisata terus memburuk.

Meski demikian, Satyawira mengingatkan agar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali tetap memberi perhatian dengan tidak membiarkan pengusaha pariwisata memutuskan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan nasib pekerja pariwisata.

“Jangan sampai pengusaha mengambil kebijakan sendiri-sendiri dengan hanya mementingkan aspek bisnis semata. Pemerintah harus ikut memantau dan wajib melibatkan pekerja saat memutuskan nasib pekerja pariwisata,” tegas Satyawira, Selasa (3/2/2020) di Denpasar.

Pemerintah Bali dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki kewajiban melindungi kepentingan pekerja sebagai bagian dari salah satu aspek penting. Pekerja, kata Satyawira termasuk aspek manusia atau Jana Kertih. “Pengusaha telah banyak mengambil untung saat pariwisata dalam kondisi baik. Jangan kemudian di saat sulit, pekerja yang paling pertama dikorbankan,” tegas Satyawira.

Selama ini ada kesan, di saat pengusaha untung, pekerja diperas dan saat pariwisata lesu pekerja malah paling pertama dikorbankan. Satyawira mengatakan hingga saat ini pekerja yang tergabung dalam SP Par masih belum ada dirumahkan. “Namun pekerja pariwisata di luar SP Par, diduga telah banyak yang dirumahkan terutama yang bekerja di akomodasi yang melayani tamu dari Tiongkok,” katanya.

Selain itu, Satyawira mengatakan tidak semua pekerja pariwisata menjadi anggota SP Par. ‘’Jumlah anggota SP Par hanya 15 ribu orang, sementara jumlah pekerja yang bukan anggota SP Par bisa mencapai ratusan ribu orang,’’ katanya. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: