Ketindihan Setan? Begini Penjelasan Medisnya

(Baliekbis.com), Tidur merupakan salah satu cara untuk mengistirahatkan badan dan fisik. Saat tidur seringkali manusia mengalami gangguan atau biasanya disebut dengan ketindihan. Banyak orang percaya dengan adanya mitos ketindihan saat tidur atau dalam bahasa medisnya disebut dengan sleep paralysis. Sleep paralysis biasanya terjadi pada orang yang sedang dalam kondisi sangat capek, stres, banyak pikiran, punya lingkungan kerja buruk dan sebagainya. Tubuh yang setengah sadar saat mengalami sleep paralysis sering menimbulkan bayangan atau halusinasi makhluk menyeramkan, sehingga sleep paralysis sering dianggap sebagai kejadian mistis.

Kejadian ketindihan ini berlangsung beberapa detik hingga menit dengan kondisi badan kaku saat tidur tetapi pikiran sudah setengah sadar sehingga seakan-akan kita sudah sadar tetapi tidak bisa bergerak untuk bangun dan seringkali disertai dengan bayangan makhluk halus yang seolah sedang menghantui kita, kadang bayangannya sampai ada yang seolah mencekik kita. Saat kita seolah sedang dicekik oleh makhluk halus sehingga kita merasakan sesak napas.  Namun di saat kondisi semakin maju seperti ini, ternyata hal tersebut bisa di jelaskan secara ilmiah.

  1. Tindihan sebenarnya hanyalah mitos. Dalam dunia medis ini telah dilakukan penelitian yang menjelaskan terjadinya tindihan atau sleep paralysis. Sebenarnya mempunyai penjelasan ilmiah yaitu seseorang ketika tidur mengalami 4 fase, yaitu fase saat masih setengah sadar, fase mulai tertidur dalam, fase tidur lebih dalam dan terkahir adalah fase rapid eye movement (REM), dalam fase inilah terjadinya mimpi. Dalam kondisi normal orang tidur, fase tersebut terjadi secara berurutan tetapi jika fase tersebut terjadi secara tidak berurutan atau dari fase pertama langsung meloncat pada fase keempat, maka akan terjadi gangguan saat tidur atau yang disebut dengan sleep paralysis.
  2. Sleep paralysis juga bisa terjadi saat kita sedang tidur dan terbangun di tengah-tengah fase tidur, saat otot-otot kita sedang disitirahatkan atau sedang lumpuh tidak bisa bergerak, tetapi pikiran kita terbangun sehingga terasa seperti bangun atau sadar tetapi anggota badan kita tidak bisa digerakkan seperti tertahan atau ditekan oleh seseorang.
  3. Seseorang dalam mengalami sleep paralysis kadang juga terjadi saat pada fase REM (mimpi) tetapi belum selesai sudah terbangun sehingga kadang seperti melihat bayangan makhluk halus atau hantu yang sedang mengganggu, tetapi sebenarnya ini merupakan alam mimpi kita yang seperti terlihat oleh otak kita yang setengah sadar.
  4. Sleep paralysis yang terjadi pada seseorang memiliki penyebab, yaitu terjadi ketika seseorang mengalami salah satu diantara beberapa penyebab yang menjadikan seseorang mengalami sleep paralysis yaitu diantaranya, kelelahan, kurang tidur, stress karena masalah atau banyak pekerjaan, tidur yang tidak teratur, tidur terlalu malam dari waktu tidur biasanya, serta ada beberapa sebab lain yang setiap orang kadang berbeda.
  5. Sleep paralysis memang menakutkan jika sampai terasa seperti tercekik dan tubuh tidak bisa digerakkan dan kadang juga seperti melihat bayangan makhluk halus, tetapi sleep paralysis tidak membahayakan karena ini hanya gangguan kecil saat tidur dan kebanyakan orang mengalaminya. Banyak orang khawatir atau takut saat sudah mengamali dan takut terulang lagi karena sleep paralysis bisa terjadi sampai beberapa kali dalam satu periode tidur, tetapi menurut beberapa ahli kesehatan bahwa sleep paralysis sebenarnya tidak berbahaya hanya saja kita harus berusaha untuk tidur dengan posisi yang baik serta berdoa terlebih dahulu agar tidak mengalami gangguan saat tidur.

Cara Mengatasi Sleep Paralysis

Saat kita sedang mengalami sleep paralysis tentunya kita akan merasakan keadaan yang sangat menyiksa dan menakutkan, tetapi jangan bingung karena anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengatasinya:

  1. Jangan bergadang jika memang tidak bermanfaat, dan tidurlah secara teratur.
  2. Minimalisir terjadinya stress dalam diri anda dengan berusaha menghindari hal-hal yang bisa membuat diri anda stress.
  3. Posisikan tidur anda yang nyaman dan jangan menekan anggota tubuh seperti kepala atau tangan.
  4. Jangan terlalu banyak mengkhayal ketika akan tidur.
  5. Jangan panik saat terjadi tindihan, tetapi tarik naps panjang dan berdoalah, karena panik dapat menyebabkan anda sulit bernapas dan bergerak.
  6. Setelah anda merasa tenang, gerakkan anggita tubuh paling awal yaitu jempol kaki secara perlahan, maka tubuh anda akan bisa digerakkan semuanya.
  7. Hindari posisi tubuh terlentang karena sleep paralysis bisa terjadi ketika anda tidur terlentang, maka lebih baik tidur miring. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: