Kerja Sama Apex BPR Antara Bank BPD Bali dengan BPR, Dorong Kemajuan UMKM

(Baliekbis.com),Perjanjian Kerja Sama Apex BPR antara Bank BPD Bali dengan Perbarindo dan BPR berlangsung, Selasa (8/10/2019) di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan OJK Regional VIII Bali-Nusra. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bali.

Kerja sama lintas lembaga perbankan ini, juga untuk mendorong pemberdayaan dan peningkatan kontribusi pembiayaan perbankan bagi UMKM. Melalui format kerja sama ini, Bank BPD Bali bersama BPR diharapkan dapat saling mendukung dengan mengoptimalkan keunggulan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak, dengan fokus yang mengarah pada pemberdayaan sektor UMKM.

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudarma, S.H.,M.H. mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi upaya untuk mendorong UMKM yang ada di Bali, sebagaimana program Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Untuk itulah antara pelaku usaha dengan lembaga jasa keuangan (LJK) termasuk Bank BPD Bali dan BPR, wajib berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan program tersebut. “Apalagi di tengah – tengah persaingan ke depan, sinergi antara LJK harus diperkuat. Itu yang menjadi pokok acara ini,” ujarnya seraya berharap melalui kerjasama ini kinerja perbankan di Bali bisa terus ditingkatkan. “Mengingat pemegang saham BPR milik masyarakat Bali, sesuai tagline BPR, banknya anak negeri,” tegas pejabat bank asal Desa Ungasan, Badung ini.

Dikatakan, Bank BPD Bali juga siap bersinergi dan berkolaborasi dengan LJK di Bali dengan kondisi keuangan BPD Bali yang cukup baik. Disebutkan, pada September 2019, kinerja BPD Bali sesuai rencana bisnis bank (RBB) yaitu aset Rp26,4 triliun atau tumbuh 8 persen. Sementara itu, posisi DPK Rp21,9 triliun yang tumbuh 9,4 persen, kredit Rp18,2 triliun atau tumbuh 11,2 persen,l. Sedangkan laba lebih dari Rp900 miliar.

Ia berharap sampai akhir tahun, laba yang diperoleh bisa naik lebih optimal. Karena itu, Sudharma berterima kasih pada seluruh BPR yang sudah mendukung Bank BPD Bali, sehingga kinerja Bank BPD Bali sampai saat ini membaik dengan dukungan dari BPR. Untuk memperkuat lagi, maka APEX BPR ini akan terus dilaksanakan.

Sementara itu Ketua Perbarindo Bali, I Ketut Wiratjana, SE mengatakan kehadiran BPD Bali sebagai pengayom BPR sangat dibutuhkan untuk menguatkan ekonomi di Bali. BPR menurutnya butuh mitra strategis untuk menjadi lembaga keuangan yang terdepan.

“Saya harap, BPR di Bali bisa terus jalin kemitraan strategis dengan semua pihak agar terjalin hubungan yang saling menguntungkan,” katanya seraya mengatakan anggota BPR di seluruh Bali didukung kantor cabang dan kantor kas bisa dipergunakan sebagai perpanjangan tangan bagi Bank BPD Bali.

Melalui kerja sama Apex BPR, Bank BPD Bali dengan BPR juga diharapkan dapat saling bahu-membahu dengan mengoptimalkan kekuatan dalam pembiayaan UMKM.

Disebutkan, Perbarindo Bali memiliki anggota 134 BPR yang asetnya pada saat ini mencapai Rp16 triliun, kredit yang disalurkan melebihi Rp10 triliun dan DPK mencapai Rp11 triliun. Dengan kerjasama ini, Perbarindo Bali merasa yakin Bank BPD Bali bisa lebih maju di bawah kepemimpinan Gubernur Kosrer yang sangat bersemangat memajukan perekonomian Bali.

“Kerja sama Apex BPR di Bali sudah direncanakan 19 tahun yang lalu tapi tidak pernah berlanjut. “Nah sekarang sudah bisa terbentuk kerjasama APEX BPR ini, sehingga kelihatannya seperti pucuk dicinta ulam pun tiba. Karena kita sangat menginginkan kerjasama ini, dan kami yakin pemilik LJK, semua dana masyarakat hanya untuk di Bali dan tidak akan keluar. Mengingat banknya ini anak negeri,” tandasnya. (hms)