Kenyamanan Wujudkan Adiwiyata

(Baliekbis.com), Sosialisasi program Adiwiyata dorong penciptaan kondisi nyaman dilingkungan sekolah mulai dari halaman yang bersih dan indah serta kebersihan toilet agar terciptanya psikologis anak yang sehat. Sosialisasi yang digelar di ruang kelas SMA Negeri 1 Gianyar ini dihadiri oleh Kadis DLH Kab. Gianyar I Wayan Kujus Pawitra serta tim adiwiyata Provinsi Bali, Kamis (29/3).

Dalam pemaparannya Kujus Pawitra menjelaskan bahwa Adiwiyata merupakan suatu program dari 4 kementrian dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Pada prinsipnya adiwiyata memiliki makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju pada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Adiwiyata diharapkan mampu menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan. Setiap warga sekolah diharapkan ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

“Program Adiwiyata bukan sebatas nama program untuk tujuan lomba saja, tetapi bisa dilaksanakan oleh semua pihak yang peduli lingkungan hidup. Karena program ini terbukti mampu membangun karakter generasi bangsa” tegas Kujus. Dalam penerapan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam, DLH Kabupaten Gianyar akan memberikan bantuan berupa tanaman obat, tong sampah dan tas ramah lingkungan kepada sekolah-sekolah yang ikut dalam program adiwiyata untuk menjaga kebersihan sekolah, mengurangi penggunaan tas plastik sehingga tercipta lingkungan yang nyaman.

Sekolah pengikut program adiwiyata dituntut untuk konsisten menjaga lingkungan karena program adiwiyata telah terbukti mencipatakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan harmonis, khususnya untuk kebutuhan belajar peserta didik. Secara otodidak peserta didik perlahan menjadi generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya disekitar sekolah melek terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya. (abg)