Kementerian Agama Kota Denpasar Didaulat Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

(Baliekbis.com), Setelah sukses mendapatkan Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian PAN RB tahun 2018 lalu, Kementerian Agama Kota Denpasar didaulat menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dan menjadi hal yang membahagiakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kanwil Kementerin Agama, Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, saat menghadiri acara Penandatanganan Pencanangan Zona Integritas WBK menuju WBBM)  di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Rabu (24/4). Nampak hadir perwakilan Inspektorat Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Suryantara, Kepala Ombudsman Perwakilan (ORI) Provinsi Bali Umar Ibnu Al Khatab , dan jajaran OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Komang Sri Marheni mengatakan bahwa acara yang diselenggarakan ini adalah wujud kepedulian terhadap tuntutan masyarakat akan birokrasi yang bersih, transparann, professional, akuntabel dan bebas dari korupsi. “Proses pembangunan Zona Integritas WBK menuju WBBM tidak dapat dipisahkan dari komitmen kuat jajaran terkait dan juga masyarakat,” ungkapnya.
Diketahui, syarat untuk menuju WBBM sudah dilewati seperti Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan capaian nilai 88,13, evaluasi pembangunan Zona Intergritas (ZI) dengan nilai 94,64 (sangat baik), evaluasi pembangunan Reformasi Birokrasi (RB) dengan nilai  99,00 (istimewa), dan persyaratan lainnya. “Dari 5 Satker kemendag Se-Indonesia yang dievaluasi, hanya satu yang dinyatakan memenuhi syarat yaitu Kota Denpasar,” tambahnya.
 Hal tersebut diapresiasi pula oleh perwakilan Inspektorat Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Suryantara yang sangat bangga dengan capaian ini. “Harapannya kedepan semua stakeholder terkait mampu terus bekerjasama dan bersinergi mencipatakan pelayanan yang berkualitas,” ungkapnya.
Peningkatan kualitas pelayanan terus ditingkatkan, salah satunya dengan dibentuk dan dipilihnya Agen Perubahan yang terdiri dari 8 orang ASN dengan program positifnya masing-masing. Salah satunya adalah Ketut Panji Budiawan, yang menekankan pada program “Salam, Senyum, Sapa”. Pihknya mengatakan, para Agen Perubahan siap bersinergi menciptakan pelayanan yang berkualitas, sesuai visi misi SANTIH (Santun Amanah Nyaman Tulus Iklas dengan Hati). (dvg)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: