Kelompok Pencil SDN 2 Ubung Teliti Manfaat Fermentasi Tibah

(Baliekbis.com), Kepala SDN 2 Ubung Drs. I.B. Putu Sudiarta, S.Pd.,M.Si. mengatakan akan menawarkan hasil fermentasi buah Mengkudu (Tibah) yang dihasilkan anak-anak SDN 2 Ubung yang tergabung dalam kelompok peneliti kecil (Pencil) selama satu tahun 2018-2019.

Hasil fermentasi itu, lanjut Sudiarta memang akan disumbangkan atau diberikan kepada lembaga atau institusi yang menyelenggarakan penelitian. Sebab, menurut Sudiarta, ketika diusulkan untuk minta bantuan penelitian lanjutan terhadap hasil atau kandungan yang ada dalam cairan hasil fermentasi itu ke Balai POM Bali di Renon, bahwa kalau mau melakukan pengujian di BPOM akan dikenai biaya layaknya sebuah perusahaan yang daftarkan hasil produksinya.

Sedangkan sekolah sebagai lembaga yang tidak profit lanjut Gus Sudiarta, maka produk yang dihasilkan itu bukan untuk dijual atau dipasarkan layaknya mau jualan obat. “Kami tidak akan jualan cairan fermentasi herbal mengkudu ini, tetapi hanya sebagai bagian dari aktivitas pendidikan buat anak-anak kami,” tegasnya, Senin (5/8/2019) di kantornya.

Dari hasil konsultasi dengan BPOM Bali, petugas menyarankan untuk membawa hasil itu ke Kampus Unud di Bukit Jimbaran. Pihaknya belum melakukan uji kandungan yang terdapat dalam air tibah/toya tibah yang katanya dapat menurunkan tensi bagi masyarakat yang memiliki hipertensi.

Dan minuman ini, katanya sangat dilarang bagi wanita hamil dan yang sudah mengidap penyakit ginjal. Hal itu semua dari informasi yang diunduh oleh anak-anak melalui hasil penelitian yang dilakukan peneliti lewat media internet, realitasnya belum pernah dilihatnya.

‘Kami mau anak-anak di sini, tim Pencil ini mengalami dan melihat langsung hasil uji laboratorium yang terdapat dalam kandungan tibah ini,” tegasnya. Yang penting pihaknya akan memberikan wawasan bagi anak-anak secara langsung dan mengharapkan ada dari pihak laboratorium yang membantu menguji kandungan air (toya) tibah ini.

Tim Pencil menyusul Tim Warcil (wartawan kecil) yang dibentuk sebagai ekstra kegiatan tambahan bagi anak-anak yang berminat digagas Kepseknya yang berlatar belakang sebagai mantan jurnalis. Ditanya manfaat dan tujuan anak-anak diajak belajar jurnalistik maupun penelitian ini, Gus Sudiarta secara sederhana menyebutkan dia bercita-cita supaya generasi mendatang lebih baik dari dirinya.

Sebab bekerja sebagai jurnalis dan peneliti adalah berdasarkan kecerdasan, kecermatan dan ketelitian yang dilandasi oleh kejujuran nurani serta tanggung jawab. “Saya mau generasi saya lebih baik dari saya dan kerjanya akan lebih bermanfaat bagi dirinya dan negerinya. Sebab jurnalist dan researcher itu profesi yang langka dan terhormat,” ujar Sudiarta yang pernah menerima Anugerah Jurnalistik Harkitnas PWI Pusat di Jakarta tahun 1995 lalu.

Selain kerja cerdas itu, program ekstra jurnalistik dan penelitian juga sudah diberikan di SMP dan SMA. “Jadi saya yakin kalau anak-anak akan lebih tertarik lagi untuk menjadikan pengalaman di sekolah dasar sebagai pemicu kualitas profesional dalam kehidupannya kelak,” tambahnya. (gus)