Kadek Dwi Yustiawati: Jalan, Air dan Listrik Mendesak Untuk Percepat Pembangunan Klungkung

Kadek Dwi Yustiawati: Jalan, Air dan Listrik Mendesak Untuk Percepat  Pembangunan Klungkung

(Baliekbis.com), Tokoh masyarakat Klungkung yang juga caleg DPRD Bali Dapil Klungkung nomor urut 3 dari PDI Perjuangan Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati,S.E., mengatakan salah satu kunci untuk mengakselerasi atau mempercepat pembangunan Klungkung lewat sektor pariwisata adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Utamanya akses jalan, air bersih dan listrik di kawasan yang potensial menjadi daya tarik pariwisata kelas dunia di Klungkung.
“Harus ada upaya lebih serius untuk mengakselerasi pembangunan Klungkung dengan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mengembangkan pariwisata di sini,” tambah Dwi Yustiawati ditemui di Klungkung, Minggu (2/12).

Diakui, Klungkung memang menjadi salah satu kabupaten dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang kecil di Bali. Namun kawasan ini menyimpan segudang potensi khususnya di sektor pariwisata yang perlu digali dan dioptimalkan. Di antaranya kawasan Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan (Tiga Nusa). Saat ini banyak wisatawan mulai berdatangan ke Nusa Penida. Namun ketersediaan jalan, air dan listrik masih belum memadai.

Padahal infrastruktur menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Klungkung utamanya di kawasan Tiga Nusa ini yakni akses jalan, listrik dan air bersih. Tanpa ketiga hal itu, pengembangan pariwisata juga akan mandeg dan jalan di tempat dan kesejahteraan masyarakat juga tidak akan lamban.

“Pengembangan pariwisata di Klungkung tidak akan berjalan mulus tanpa ditunjang infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih. Ini hal penting. Bagaimana wisatawan mau nyaman kalau datang ke suatu tempat yang listriknya kadang hidup kadang mati, jalannya rusak dan air bersih juga susah,” kata Dwi Yustiawati.

Contoh lain, kata istri dari tokoh masyarakat Nusa Penida Ketut Leo ini, banyak tempat dengan pemandangan yang indah dan menawan di Nusa Penida serta menjadi daya tarik bagi wisatawan milenial karena sangat instragramable tapi akses jalannya susah dan rusak parah. Misalnya jalan ke Pasih Uug (broken beach-red) benyah latig (rusak parah-red). Padahal pemandangan di sana sangat indah.

Menurutnya, ketiga hal mendasar yakni jalan, air bersih dan listrik harus menjadi prioritas utama untuk dipenuhi di Klungkung khususnya di kawasan Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan ini. Hal itu juga yang mendorong tokoh perempuan muda, sukses, cantik dan cerdas ini mengabdikan diri dan maju nyaleg ke DPRD Bali.

“Masyarakat Klungkung khususnya di Nusa Penida haus pembangunan. Kebutuhan pokok dan utama mereka yakni jalan yang bagus, air bersih dan listrik harus diprioritaskan untuk dipenuhi oleh pemerintah,” kata tokoh perempuan yang bersama suaminya Ketut Leo dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sejak lama membantu pembangunan banyak pura khususnya di kawasan Nusa Penida.

Dikatakan pula kawasan Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sudah banyak dilirik investor untuk pengembangan pariwisata. “Namun niat investor ini tertahan akibat infrastruktur yang belum memadai di kawasan ini,” kata tokoh perempuan yang juga pengusaha properti ini.

Dikatakan kunci pengembangan pariwisata adalah adanya 3A yakni atraksi (daya tarik wisata), akses (menuju ke destinasi wisata itu harus bisa ditempuh dengan cepat, nyaman, aman, murah, dan gampang) dan amenitas (seperti akomodasi pariwisata).

Namun kalau akses menuju tempat wisata seperti infrastruktur jalan dan sarana transportasi tidak memadai bagaimana bisa membangun akomodasi pariwisata yang bisa dijual kepada wisatawan. Bagaimana juga wisatawan nyaman bisa menikmati atraksi dan daya tarik wisata kalau mencapai destinasi wisatanya saja sangat sudah dan butuh perjuangan.

“Infrastruktur dan aksesbilitas ini persoalan klasik yang tidak sepenuhnya terpecahkan sampai saat ini untuk mempercepat akses dan pemerataan pembangunan Klungkung daratan dan Tiga Nusa. Ini yang harus kita dorong bersama,” pungkas caleg perempuan yang juga aktif di Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali itu. (lmc)