Jaya Negara Hadiri Tawur Nangluk Merana dan Ngusaba Desa Pakraman Intaran

Wakil Walikota Denpasar I GN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede , Bendesa Desa Pakraman Intaran AA Kompyang Raka serta Prajuru Desa bersembahyang bersama dalam upacara Tawur Nangluk Merana dan Ngusaba Desa, Selasa (29/11) di Pura Bale Agung Desa Pakraman Intaran Sanur.
Wakil Walikota Denpasar I GN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede , Bendesa Desa Pakraman Intaran AA Kompyang Raka serta Prajuru Desa bersembahyang bersama dalam upacara Tawur Nangluk Merana dan Ngusaba Desa, Selasa (29/11) di Pura Bale Agung Desa Pakraman Intaran Sanur.

(Baliekbis.com), Bertepatan dengan Tileming Sasih Kelima Anggara Pon Wuku Menail, Desa Pekraman Intaran Sanur Kecamatan Denpasar Selatan gelar upacara Tawur Nangluk Merana Kota Denpasar dan Ngusaba Desa. Walaupun sempat diguyur hujan, upacara yang dilaksanakan setiap tahun ini berjalan khidmat dan dihadiri Wakil Walikota Denpasar I GN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede , Prajuru Desa, Pemangku dan Tokoh-tokoh masyarakat setempat, Selasa (29/11) di Pura Bale Agung Desa Pakraman Intaran Sanur.

Bendesa Desa Pekraman Intaran A.A. Kompyang Raka, SH yang juga anggota legislatif Kota Denpasar saat ditemui mengatakan, dilaksanakannya upacara Tawur Nangluk Merana dan Ngusaba Desa di Desa Intaran Sanur bertujuan untuk menetralisir  buta kala yang sering menggangu kehidupan manusia dan alam semesta. Gejala tersebut Nampak antara lain makin tipisnya moralitas generasi muda sekarang, seperti banyaknya kasus-kasus perkelahian pelajar, genk motor, narkoba yang hingga sekarang sangat sulit diberantas disamping banyaknya fenomena alam yang muncul seperti puting beliung, gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain-lain. “Dengan digelarnya upacara Tawur ini diharapkan watak buta kala yang sering mengganggu kehidupan manusia dapat dihilangkan serta menjadi watak dewa sehingga aktifitas para buta bukan mengganggu lagi tapi menjaga umat manusia dan alam semesta menuju pada puncak kedamaian,”ujarnya.

Disamping upacara Tawur juga dilaksanakan upacara Ngusaba Desa yang berjalan setiap tahun sebagai wujud dari rasa syukur kepada sang pencipta Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala anugrah dan karunianya kepada kami semua. Kompyang Raka juga menjelaskan, puncak acara pada hari ini diawali dengan upacara melasti ke segara dan dilanjutkan dengan upacara Tawur Ngusaba Desa. Dengan didukung oleh 19 banjar adat Desa Pekraman Intaran boleh dibilang tidak begitu masalah dengan biaya yang dikeluarkan. Dukungan dana didapatkan dari sumbangan Pemerintah Kota Denpasar, para donator, LPD Desa serta asset-aset Desa lainnya. Pada kesempatan tersebut Kompyang Raka atas nama warga Desa Pekraman Intaran tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan upacara ini dan semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan imbalan yang setimpal atas sumbangsih para dermawan. Upacara Tawur Nangluk Merana dan Ngusaba Desa dipuput oleh dua orang pendeta yaitu Ida Pedande Oka dari Griya Timbul dan Ida Pedande Budha dari Griya Peliatan Ubud.

Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditemui di sela-sela karya mengaku sangat apresiasi dengan antusiasme warga masyarakat Desa Pakraman Intaran Sanur dalam melaksanakan upacara yadnya. Walaupun sempat diguyur hujan lebat tidak sedikit pun melunturkan rasa bakti warga masyarakat di dalam menjalankan yadnya. Ia berharap dengan terselenggaranya upacara ini rasa persatuan dan rasa bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi semakin meningkat dan memberi keselamatan kepada masyarakat Denpasar dan Bali pada umumnya. (eka/ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: