Gubernur Koster: Bandara Bali Utara Dipastikan di Darat

(Baliekbis.com), Gubernur Bali periode 2018-2023, Dr. I Wayan Koster menegaskan pembangunan Bandara Bali Utara di Kubutambahan, Buleleng sudah ada kepastian terealisasi. Bahkan izin penetapan lokasi (penlok) dari Menteri Perhubungan akan segera turun dan dipastikan di darat.

“Pembangunan bandara internasional di Kubutambahan Buleleng sudah positif,” tegas Koster dalam pidato resmi pertamanya dalam sidang paripurna acara serah terima jabatan (sertijab) di DPRD Bali, Sabtu (8/9).

Koster mengaku sudah tiga kali bertemu dengan Menteri Perhubungan untuk mengawal rencana pembangunan Bandara Bali Utara ini. Yakni pada 10 Agustus lalu 27 Agustus dan terakhir 4 September lalu.

“Jadi sudah ada kesamaan pemahaman, persepsi, kebutuhan perlunya bandara baru di Kubutambahan, Buleleng,” terang Koster.

Dengan adanya kepastian pembangunan bandara baru ini, imbuh Koster, maka pengembangan Bandara Ngurah Rai hanya menyangkut perpanjangan runway (landas pacu) dan penambahan apron (pelataran pesawat) parkir dan terminal untuk kecukupan hingga lima tahun ke depan.

Kata Koster, semula memang ada skenario untuk membangun runway baru. Tetapi harus dibangun di laut dengan reklamasi jauh dan dalam. Setelah dihitung investasi sekitar Rp 25 triliun. Lalu butuh teknologi tinggi, waktu yang lama dan risiko tinggi.

“Daripada dengan anggaran sebesar itu malah risikonya besar, sudah diputuskan dengan anggaran itu bandara di Buleleng positif akan terbangun,” imbuh Koster dengan nada optimis yang kemudian langsung disambut tepuk tangan dan luapan kegembiraan dari para undangan yang hadir.

Sementara itu saat ditemui kembali usai rangakain sertijab Koster belum memberikan kepastian kapan waktu penlok ini turun. Namun diyakini penlok akan turun paling lambat akhir tahun ini. Saat ini juga masih dilakukan studi terkait penlok ini.

“Tidak pertengahan September ini (keluar Pemlok-red). Tapi sudah positif akan dibangun di Buleleng. Kemungkinan besar di darat. Saat ini masih berjalan studi. Kira-kira paling lambat akhir tahun ini selesai studi dan keluar penlok,” ujar Koster saat ditanya apakah penlok akan keluar September ini.
(bas)