Green School dan Swiss Education Group Gelar Kompetisi “Green Hospitality”

(Baliekbis.com), Swiss Education Expert merupakan sebuah organisasi yang memfasilitasi siswa pada usia yang berbeda dalam mempersiapkan diri mereka untuk memilih studi dan karir mereka melalui bimbingan bimbingan dan bimbingan terhadap studi dan profesionalisme masa depan mereka. Entah belajar dalam jangka pendek atau jangka panjang. Lebih dikenal sebagai SEE, didirikan oleh alumni bisnis perhotelan, secara resmi mewakili Swiss Education Group. Swiss Education Group adalah grup pendidikan terbesar di Swiss.

 

Proposal Pakar Pendidikan Swiss menciptakan kesadaran bagi generasi muda untuk memahami perhotelan dan bagaimana kita dapat membantu industri pariwisata dan perhotelan untuk menerapkan konsep hijau dengan sistem ramah lingkungan, yang pada saat bersamaan juga masih dapat menjadi bisnis. Kompetisi “Green Hospitality” digelar untuk memberikan tantangan kepada para murid untuk mencari gagasan yang bisa diterapkan dalam industri pariwisata dan perhotelan yang ramah lingkungan. Gagasan kompetisi disambut dengan baik sekali oleh Green School untuk bekerjasama dan saling mendukung dengan disponsori oleh Swiss Education Group, dimana terciptanya kompetisi dengan judul Green Generation for the Future World of Hospitality-
“Sustainable is the Path Not The Destination”

 

Direktur Program dan Mentor Ahli Pendidikan Swiss, Ibu Cynthia Liliek yang juga alumni manajemen IHTTI, Perhotelan dan Desain, dibantu oleh Irena H. Kristanti, Koordinator Program kemudian merencanakan kompetisi. Berkolaborasi dengan Green School Bali, terbentuklah tim panitia yang terdiri dari Melinda Ammann Chickering dan Glenn Chickering (Koordinator SMA), Mauricio Camacho dan Garry White (Pengajar dari Sustainable Tourism) dan juga tim KKC (Kul Kul Connection sebagai organisasi pendukung bagi para murid lokal agar bisa bersekolah di Green School melalui beasiswa), Tim Fijal (koordinator), Emma Titley dan Giyan Antari (siswa).

 

Kompetisi bertujuan untuk mendapatkan kesadaran dari generasi penerus kita dalam menerapkan konsep hijau untuk kehidupan yang lebih baik terutama di industri perhotelan sebagai industri yang berkembang saat ini dan untuk masa depan. Ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dari siswa Green School tentang Studi Perhotelan di Swiss Education Group di bawah bimbingan dari Swiss Education Expert serta memperluas proyek ke skala yang lebih luas demi melestarikan lingkungan yang ada dalam industri pariwisata dan perhotelan di Bali.

Kompetisi ini diterapkan melalui  kelompok siswa Green School yang terdiri dari dua atau tiga orang anggota untuk membuat proposal pelaksanaan ramah lingkungan siap jadi yang dapat diterapkan untuk Industri Perhotelan khususnya di Pulau Bali, Indonesia. Proposal yang terpilih bisa diterapkan langsung untuk pelaksana dalam industri pariwisata dan perhotelan. Panitia memberi waktu 1,5 bulan (awal bulan Maret – pertengahan April) bagi para peserta untuk menyelesaikan proposal siap pakai dan menyiapkan presentasi di hari penilaian. Setelahnya, tim juri memilih proposal pemenang setelah batas waktu penyampaian pada tanggal 14 April 2017. Semua proposal harus dipresentasikan oleh tim mereka pada tanggal 21 April 2017 untuk dinilai isi presentasi mereka yang siap pakai sebagai poin tambahan. Dari keempat proposal dengan judul-judul: 3 Steps To Justice, Eco Cooler, The Bali Tourist Key, dan Bringing Sustainable Tourism To The World, terpilih pemenang dari kompetisi “Green Hospitality” yaitu proposal dengan judul “The Bali Tourist Key” dengan slogan Opening the door to a better Bali. yang berisi gagasan tentang bagaimana cara mensosialisasikan kesadaran wisatawan khususnya dalam melestarikan lingkungan dan budaya di Bali melalui 10 poin yang siap diterapkan, yaitu:
1. Avoid Plastic Bags, straws and bottles.
2. Unplug and lights out
3. Open windows and turn off AC
4. Try volunteering/support local charity/organization
5. Support local businesses, warungs and farmers
6. Be respectful (dressing and photos)
7. Don’t litter
8. Buy minimally packaged food
9. Learn the language and get involved in the culture
10. Don’t leave water running

Hadiah dari kompetisi diberikan kepada kelompok siswa yang telah mempresentasikan gagasan yang paling sesuai dan dapat diterapkan langsung untuk Industri Perhotelan dan Pariwisata. Pemenang tersebut akan menerima “Program Musim Panas Gratis oleh Swiss Education Academy, yang dapat mereka pilih dari salah satu program yang disebutkan: “Pengantar Dunia Perhotelan” (2 minggu) atau “Pengantar Dunia Kuliner (1 minggu)” Swiss Education Expert mewakili Swiss Education Group berharap melalui kompetisi ini para murid atau generasi muda bisa memiliki kesadaran dan menjadi pelopor dalam hal pariwisata berkelanjutan, sehingga mampu melestarikan lingkungan dan budaya Bali secara utuh. (ist)