Germas Harus Terus Digalakkan

(Baliekbis.com), Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 di Kabupaten Gianyar ditandai dengan penanda tanganan komitmen Gerakan Hidup Sehat Masyarakat ( Germas) dan penyampaian Deklarasi dan penyerahan piagam  Desa ODF oleh perwakilan Perbekel dari 14 desa di Kabupaten Gianyar, pada apel Peringatan HKN di Lapangan Astina Gianyar, Rabu (14/11).

Sekdakab. Gianyar, Ir. I  Made Gede Wisnu Wijaya, M.M   selaku Inspektur Upacara pada peringatan HKN ke-54 di Kabupaten Gianyar, mengatakan penandatangan tanganan komitmen germas mempunyai arti penting bagi seluruh masyarakat Gianyar. Kabupaten Gianyar di tahun 2018 sebagi tempat kegitan germas, dimana kegiatan ini diharapkan dpat memacu tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Untuk penguatan kegiatan Germas menurut Sekda Wisnu Wijaya telah dilakukan beberapa kegiatan seperti, pertemuan koordinasi Germas, penggalangan komitmen germas lintas sector dan berbagai lomba seperti lomba snack germas, lomba senam cuci tangan dan lomba stand up komedy.

“Gebyar germas ini sudah kami lakukan sejak tahun 2017 dan pada kesempatan HKN ini kita tinggal melakukan penguatan gebyar germas saja,” tegas Wisnu Wijaya. Kesadaran untuk berprilaku hidup sehat ini juga tertuang dalam Inpres No.1 tahun 2017 tentang Gerakan Hidup Sehat yang diprakarsai oleh Presiden RI Joko Widodo. Seperti tertuang dalam sambutan Menteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr. Nila Farid Moeloek,Sp.M (K), yang dibacakan oleh Sekdak I Made Gede Wisnu Wijaya, saat ini di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan permasalahan kesehatan, seperti tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular. Hal inilah yang harus diselesaikan jika ingin  meningkatkan kualitas. Menteri Kesehatan secara khusus menekankan pada seluruh puskesmas di Indonesia agar mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan di daerah masing-masing. Puskesmas harus terus menerus melakukan upaya promosi prilaku hidup bersih dan sehat. Bahkan saat ini alokasi anggaran di bidang kesehatan yang telah disiapkan pemerintah cukup besar.

Di Kabupaten Gianyar sendiri menurut Wisnu Wijaya, untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat sejak dulu telah diupayakan ditanamkan pada masyarakat prilaku membiasakan diri tidak membuang air besar sembarangan. Bahkan dalam deklarasi Desa ODF (Open Defecation free) atau Desa stop buang air besar sembarangan di Kabupaten Gianyar oleh 14 desa se-Kab Gianyar ditegaskan jika di wilayah desa tersebut masih ada warga yang buang air besar di sembarang tempat, siap dikenakan sanksi. Ke 14 desa yang telah diverifikasi bebas ODF tahun 2017 dan 2018 tersebut adalah Desa Sukawati, Desa Melinggih Kelod, Desa Melinggih, Desa Bukian, Desa Lebih, Desa Tegallalang, Desa Saba, Desa Bedulu, Desa Buruan, Desa Blahbatuh, Desa Pejeng Kelod, Desa Bona, Desa Sayan dan Desa Tampaksiring.

Pada kesempatan itu Sekda Wisnu Wijaya juga berkesempatan menyerahkan penghargaan terkait Kab. Gianyar meraih Juara 2 Senam Sehat Tingkat Provinsi, RSUD Sanjiwani berhasil meraih juara 3 lomba GRSSIB Tk Provinsi, RSUD Sanjiwani terakreditasi Paripurna SNARS dan juara 1 lomba iklan lapayanan masyarakatprogram prioritas tim Dinas Kesehatan Kab. Gianyar yang diwakili Puskesmas Tegallalang 1.

Pada akhir acara Sekda Wisnu Wijaya juga menyerahkan penghargaan pada pemenang lomba kegiatan terkait komitmen germas dan penghargaan untuk Tenaga Kesehatan Teladan tingkat kabupaten Gianyar. (eni)