Gathering ACT dengan MES, Bahas Potensi Bisnis Berkelanjutan

(Baliekbis.com), Pandemi tengah memasuki tahap baru yaitu endemi, harapanya ini merupakan babak akhir dari pandemi yang telah terjadi sejak tahun 2020, tidak dunia medis dunia bisnispun mengalami perubahan yang luar biasa. Menanggapi hal ini ACT (Aksi Cepat Tanggap) Cabang Bali bekerja sama dengan Hikmah Fondation melaksanakan acara gathering dan buka bersama dengan forum bisnis yang bertemakan “Sustainable Business Development: Potensi Bisnis Bali di Akhir Pandemi” kegiatan dihadiri oleh ratusan pengusaha yang bertempat di Harris Hotel Galleria.

Tak Cuma itu, ACT juga mengundang pembicara Pinto Wahyudi selaku pemateri pertama yang juga merupakan Ketua Umum MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Bali, dengan pemaparan materi Potensi Bisnis dan dilanjut pemateri kedua adalah Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan tema Bisnis Berkelanjutan.

Pada kesempatan ini mereka memberikan banyak wawasan dan pengalaman mereka dalam menjalankan bisnis kepada tamu undangan dan semua yang hadir di tempat. Banyak pesan yang dapat diambil dari sesi sharing, seperti tetap kuat dan jeli melihat peluang yang ada walaupun selama hampir tiga tahun ke belakang dihajar situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Mereka menuturkan selain kuat dan tetap berusaha ide kreatif adalah hal jitu dalam bisnis untuk masa sekarang. Khususnya bagi anak muda yang semakin hari semakin betumbuh melalui perkembangan zaman. Setelah kedua pemateri selesai memaparkan materinya, sesi tanya jawab dilakukan agar interaksi dengan audiens berjalan sebagaimana mestinya. Sesi tanya jawab berakhir, pemateri membicarakan tentang pentingnya bisnis dan wakaf.

Bagaimana menerapkan bisnis berkelanjutan dengan cara-cara islam dengan mencontoh jejak rasulullah dan para sahabat. “Wakaf merupakan bagian dari bisnis dan investasi yang saling mengutungkan sejak zaman Usman Bin Affan” ungkap Ibnu Khajar.

Acara dilanjutkan dengan istirahat, buka bersama. Buka bersama selesai acara dilanjutkan dengan sesi lelang dan sumbangan suka rela untuk program terbaru ACT Bali yang berbasis wakaf. Yakni tanah pertanian di daerah Bedugul dengan total donasi yang terkumpul Rp298 juta. (ist)