FPM Bentuk Tim Khusus Pantau Dampak Kebakaran Kapal di Pelabuhan Benoa

(Baliekbis.com), Kebakaran di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa Senin (9/7) subuh terus memantik reaksi sejumlah LSM Lingkungan khususnya Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali yang sudah enam tahun konsisten merawat dan melestarikan mangrove di Bali khususnya di kawasan Teluk Benoa. “Semoga kejadian tersebut segera ditangani dan tidak ada dampak yang merusak hutan mangrove di perairan Teluk Benoa. Ketika pipa oli bocor beberapa tahun lalu di pintu masuk Pelabuhan Benoa dampaknya sejumlah mangrove yang ada di sekitarnya beberapa bulan kemudian mengering dan mati,” kata Pendiri FPM, Heru Budi Wasesa, SE, Msi. (Han), Selasa (10/7). Heru memastikan pihaknya telah membentuk tim untuk terus memantau dampak dari kebakaran tersebut terhadap mangrove yang ada kawasan Teluk Benoa.

“Sejak kemarin tim FPM sudah turun ke lapangan memantau dan melihat bagaimana kondisi mangrove pascakebakaran tersebut. Setiap minggu dievaluasi pada titik mana saja yang terkena limbah oli akibat kebakaran itu. Semoga kejadian ini bukanlah hukuman atas politisasi dan mencari populis atas lingkungan yang selama ini terjadi,” katanya lagi. Alumni Universitas Pertahanan ini juga mempertanyakan sikap Pemerintah yang dianggap tebang pilih dalam menata lingkungan, terutama di Bali. Pemerintah selaku pembuat kebijakan harus mencermati perluasan Pelabuhan Benoa. Terutama dari sektor lingkungan hidup. Musibah kebakaran ini jangan dianggap remeh. Pendiri FPM Heru B. Wasesa ini mempertanyakan peran sejumlah pejuang lingkungan hidup dalam menyampaikan kepedulian terhadap ancaman nyata kelestarian hutan mangrove akibat kebakaran tersebut. “Ke mana para pejuang lingkungan yang katanya cinta terhadap lingkungan dan kawasan tersebut. Apa peran nyata mereka dalam kejadian kebakaran ini dan peran mereka selama ini terhadap perawatan hutan mangrove,” tanya Heru.

Musibah ini bukan cuma berbicara tentang nilai kerugian kebakaran secara materi, tetapi juga kerugian lingkungan hidup karena kebakaran ini pasti berdampak dan merembet ke hutan mangrove. Heru berharap mereka yang benar-benar berjuang merawat hutan mangrove selama ini jangan jadikan kawasan kawasan tersebut hanya kepentingan politis dan mencari popularitas untuk kepentingan diri dan kelompok. “Coba lihat apa yang sudah terjadi sesungguhnya di sana, reklamasi Bandara Ngurah Rai,” ujarnya. (ppb)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: