EU-Indonesia CEPA Roadshow, Bahas Potensi Perdagangan dan Investasi di Bali

(Baliekbis.com),Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bekerja sama dengan KADIN Bali, melakukan pertemuan bisnis, Senin (29/11) di Sanur.

Pertemuan bisnis dan kunjungan kerja ke Provinsi Bali bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang tengah dirundingkan, serta untuk membahas peluang perdagangan dan investasi bilateral dengan para pemangku kepentingan di provinsi tersebut.

Bali memiliki potensi besar di sektor pariwisata, mengingat ketersediaan sumberdaya di propinsi ini. Selain sumberdaya manusia kreatif yang tinggi, sumberdaya lain dalam bentuk keindahan wilayah dan diversitas yang mampu menarik minat turis, mudah ditemukan di sini.

Sayangnya, sektor pariwisata paling terkena dampak pandemi, dan di Bali kunjungan turis mengalami penurunan signifikan, hingga melebihi 90%. Pemerintah saat ini fokus untuk membangkitkan kembali industri pariwisata, dan meningkatkan investasi infrastruktur.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket mengatakan Uni Eropa mendukung upaya Bali dalam menggerakkan kembali sektor pariwisata setelah terkena dampak pandemi.

Provinsi ini memiliki potensi perdagangan dan investasi besar dengan Eropa yang belum tergali, sehingga menawarkan banyak ruang untuk tumbuh.

“CEPA UE-Indonesia akan membantu meningkatkan perdagangan dan investasi serta berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Vincent.

Terkait IEU-CEPA, perundingan putaran ke-11 telah dilaksanakan awal bulan ini. Ada kemajuan tetapi masih banyak yang harus dilakukan. Baik Uni Eropa dan Indonesia berharap perundingan IEU-CEPA dapat tuntas sesegera mungkin.

Sebuah studi oleh Bank Dunia menunjukkan setelah diberlakukan dan diterapkan, CEPA akan membawa pertumbuhan PDB 2,1% untuk Indonesia pada tahun 2032. “Ini berarti 5 miliar euro tahun demi tahun” kata Duta Besar Piket.

Ketua Kadin Bali Made Ariandi menyambut positif langkah yang dilakukan EU untuk berinvestasi guna menumbuhkan ekonomi Bali yang tengah terpuruk akibat pandemi Covid-19. “Pertumbuhan sebesar 5 miliar dolar yang setara Rp70 triliun ini jumlah yang besar dan sangat berpengaruh bagi perekonomian Bali ke depannya

Dalam kunjungan kerja tersebut, Delegasi Uni Eropa bekerja sama dengan Pemprov Bali dan Kadin Provinsi Bali dalam menyelenggarakan Business Forum Meeting tentang manfaat CEPA. Panel menghadirkan Marika Jakas, Kepala Bagian Perdagangan dan Ekonomi, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia; Ni Made Ayu Marthini, Direktur Bilateral/Negosiasi, Kementerian Perdagangan; Anne Sutanto, Ketua Komite Tetap Lembaga Multilateral dan Perjanjian Perdagangan Bebas, Kadin Indonesia dan Wichard von Harrach, Wakil Ketua Kamar Dagang Eropa di Indonesia (EuroCham).

Pada kesempatan ini juga digelar talkshow yang membahas kemitraan investasi dan perdagangan berkelanjutan antara EU dan Indonesia. Diskusi ini menampilkan Thierry Beranger, Policy Officer and Investment Negotiator di Direkttorat General Perdagangan, Komisi Eropa, Putri Suastini Koster, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Melanie Masriel, Direktur Komunikasi, Public Affairs dan Sustainabilitas,  L’Oreal Indonesia, dan Agus Maha Usadha, Direktur PT Property Media Indonesia.

Talkshow tersebut mengetengahkan besarnya potensi investasi di Provinsi Bali. Permintaan terhadap manufaktur, pertanian, furniture, dan produk lain di Uni Eropa diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan didorong oleh pemulihan pasca pandemi. Dengan basis pelanggan yang besar dan berdaya beli tinggi, Uni Eropa merupakan pilihan yang menarik bagi Bali untuk memperluas dan mendiversifikasi pasar ekspornya. (ist)