Dukung Program “Bersih Indonesia”, BI Serahkan Bantuan Mesin Pelet Sampah di Klungkung

(Baliekbis.com), Berdasarkan Superwisman (Survei Perilaku Wisatawan Mancanegara) periode 2018 yang dilaksanakan Bank Indonesia Provinsi Bali, kondisi polusi dan lingkungan yang tidak bersih (seperti banyaknya sampah plastik di tempat wisata) menjadi salah satu permasalahan utama yang dikeluhkan oleh wisatawan dan berdampak pada penurunan daya saing wisata Provinsi Bali.

Menyikapi perkembangan tersebut, tahun ini Bank Indonesia bersama dengan GenBI di seluruh wilayah Indonesia menginisiasi penyelenggaraan kegiatan sosial dengan mengangkat tema “Bersih Indonesia” dengan prioritas program di bidang lingkungan hidup. Di Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama dengan GenBI Bali yaitu komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia merealisasikan program dimaksud dengan menyerahkan bantuan 2 buah mesin pelet sampah.

“Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap program inovasi pelayanan publik dalam bidang pelestarian lingkungan hidup, khususnya dalam hal menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Klungkung yang juga menjadi salah satu destinasi wisata di Provinsi Bali,” ujar Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Bali Azka Subhan saat acara penyerahan bantuan mesin pelet tersebut di Balai Pesamuan Pusaka Puri Satria Kanginan Paksebali, Dawan, Kamis (13/12) sore.

Azka Subhan.

Penyerahan bantuan dihadiri Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, kadis terkait, camat serta mahasiswa GenBI Provinsi Bali dan warga setempat. Sebelum penyerahan secara resmi, Bupati Suwirta didampingi Deputi Kepala Kantor BI Perwakilan Prov. Bali Azka Subhan dan pihak terkait sempat mencoba mesin pelet tersebut di Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R) KSM Nangun Resik Desa Paksebali, Dawan.

Ditambahkan Azka, pemilihan Kabupaten Klungkung untuk pelaksanaan program ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan apresiasi terhadap upaya serius Kabupaten “Serombotan” ini melakukan inovasi dan terobosan dalam menanggulangi masalah sampah, serta pengentasan persoalan sampah yang tengah berjalan saat ini yakni Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

Dukungan ini diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan untuk wilayah penerima bantuan yaitu di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Mesin pelet sampah ini memiliki kemampuan memproses 200 kg sampah menjadi pelet setiap jam.

“Kepada GenBI Bali, saya mengharapkan kegiatan gerakan bersih lingkungan di Desa Paksebali yang dilanjutkan dengan penyerahan mesin pengolahan sampah ini, dapat lebih mentrigger kepedulian mahasiwa terhadap lingkungan dan pengembangan ekonomi daerah,” jelas Azka.

Di sisi lain, Azka mengatakan pertumbuhan ekonomi domestik menunjukkan penguatan di tahun 2018. Kondisi tersebut juga didukung oleh terjaganya tingkat inflasi yang cenderung stabil.
Kinerja ekonomi Bali pada triwulan III 2018 tumbuh sebesar 6,24% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2018 (6,11%, yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja investasi, konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengatakan tantangan di era 4.0 ini akan berat, apa jadi pemenang atau pecundang. Untuk itu generasi muda harus dipersiapkan dengan baik. “Makanya saya berterima kasih kepada BI, karena adanya GenBI ini,” jelasnya.

Selain penyerahan bantuan mesin pelet sampah ini, sebagaimana diketahui Bank Indonesia Prov. Bali juga terus melakukan upaya-upaya untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat baik di sektor pertanian dalam arti luas juga bidang industri kerajinan. Seperti pengembangan bawang merah, bawang putih, kakao dan kopi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: