Dukung Cagub, PKS Tunggu Hasil Survey

(Baliekbis.com), Meski sudah menimang nimang bakal calon gubernur yang akan didukung, namun PKS tampak tak mau buru-buru menjatuhkan pilihannya. “Kami masih mencari masukan dari kader termasuk melakukan survey. Nanti hasil survey menjadi salah satu patokan untuk menentukan dukungan bagi calon yang akan didukung,” ujar Ketua DPW PKS (Partai Kesejahteraan Sosial) Provinsi Bali, H. Mudjiono usai acara Halal bi Halal PKS, Minggu (23/07) kemarin, di Grand Bali Beach  Sanur. Halal bi Halal ini juga dihadiri mantan Presiden PKS yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Kerjasama Hubungan Internasional Partai DPP PKS, H. M. Anis Matta.

H. Mudjiono
H. Mudjiono

Untuk menentukan arah dukungan kepada satu pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, PKS sedang melakukan survey nama-nama figur yang tepat untuk memimpin Bali lima tahun ke depan. “Survey sedang berjalan, dan hasil survey akan kami jadikan acuan untuk menentukan dukungan. Tetapi sekali lagi, titik beratnya, figur yang akan jadi dukungan PKS harus bisa mengayomi kader PKS dan umat muslim di seluruh Bali”, tegasnya. Selain proses survey tersebut, PKS juga akan menyerap aspirasi dan suara dari para kadernya, termasuk mencari masukan dari para tokoh umat muslim di Bali, untuk kemudian dipakai acuan PKS menjatuhkan pilihan politik kepada satu figur yang tepat.  “Tentu selain survey, PKS juga akan mendengar suara dari kader-kader PKS dan tokoh-tokoh muslim, karena realitanya PKS punya kursi paling banyak di legislatif di Bali, dibandingkan partai politik berbasis Islam yang lain”, ungkapnya. Dikatakan Mudjiono sebagai partai politik berbasis Islam terbesar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya strategi dan sikap dukungan politik kepada figur pemimpin, khususnya menjelang suksesi Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018-2023. Selain pemimpin yang akan memberikan kesejahteraan secara menyeluruh di semua sektor pembangunan, bagi PKS figur tersebut juga harus mampu menghargai, mengayomi dan memberdayakan kader-kader PKS termasuk di dalamnya umat muslim di seluruh Bali. DPW PKS Provinsi Bali menurutnya tetap menjalin komunikasi dengan partai politik yang lain seperti PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra, Partai NasDem dan yang lain. Termasuk komunikasi dengan para bakal calon Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali. Untuk bakal calon gubernur,  Menurut Mudjiono  sudah  mengerucut kepada tiga nama yaitu Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang kini Walikota Denpasar. “Ketiga figur tersebut tetap kami lakukan pendekatan dan komunikasi, dan sejauh ini baru hanya sebatas komunikasi, belum spesifik akan mengarah kemana”, terang anggota DPRD Kota Denpasar dua periode ini.

Anis Matta
Anis Matta

 

Mudjiono menambahkan, bagi PKS, di Pilgub Bali bukan persoalan kalah dan menang. Namun PKS akan tetap pada komitmen menunjukkan jati dirinya sebagai partai politik berbasis Islam terbesar, sekaligus juga menunjukkan kepada calon pemimpin Bali, sikap politik PKS yang menginginkan figur pemimpin Bali yang bisa memberikan peluang kerja kepada kader-kader PKS. Ketika ditanya wartawan, dari ketiga nama figur calon pemimpin Bali (Sudikerta, Koster, dan Gus Rai Mantra), yang manakah yang sesuai dengan visi misi dan arah perjuangan PKS, Mudjiono mengungkapkan ketiganya merupakan tokoh masyarakat Bali yang memiliki loyalitas dan dedikasi untuk memimpin Bali. “Secara spesifik, kami tegaskan kembali, PKS belum tentukan dukungan kepada siapa. Namun dengan induk organisasinya, PKS pernah bekerja sama baik ke PDI Perjuangan saat Pilgub Bali 2013, Koalisi Bali Mandara di Pilbup dan Pilwali. PKS juga mengenal betul kinerja Gus Rai Mantra sebagai Walikota dan sampai saat ini PKS masih melakukan penilaian terhadap ketiganya,” bebernya. (bas)