Drs. N. Sarjana,M.Ikom.: Jangan Hanya Kejar Kuantitas, Saring Turis yang Masuk Bali

(Baliekbis.com),Bali jangan hanya menargetkan turis datang sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan dampak serta kesiapan untuk memberikan pelayanan yang optimal.

“Sekarang ini kita gencar promosi ke berbagai negara, apa sudah siap menerima turis yang datang, seperti guide (bahasa). Jangan sampai mereka datang kita tak siap, lantas informasi yang diberikan jadi seadanya akibat tak didukung pemandu yang profesional,” ujar pengamat sekaligus pelaku pariwisata Drs. Nyoman Sarjana,M.Ikom. saat ditemui di sela-sela rapat di Denpasar, Rabu (22/1/2020).

Selain masalah kesiapan SDM dan fasilitas, owner SIP (Siswa Indah Prima) School Kuta ini melihat belakangan ini banyak turis yang datang berperilaku kurang baik, seperti ada yang melakukan tindak kriminal. “Bahkan ada yang gila ke sini. Ini harus diantisipasi agar tak mengganggu citra pariwisata Bali. Kita harus saring tamu yang datang, jangan hanya berpikir target yang banyak,” jelas tokoh Legian ini.

Untuk itu, Sarjana berharap agar pihak terkait memikirkan konsep kepariwisataan yang holistik, jangan cuma kejar target banyak turis yang datang. Tapi mulai mengarah ke kualitas serta perbaikan fasilitas. “Sebab banyak turis yang datang, tak jaminan berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat (lokal),” ujarnya.

Sarjana justru melihat dampak lain dari quantity tourism ini seperti kemacetan, masalah lingkungan (sampah), dll. “Jadi ke depan dengan konsep pariwisata budayanya, Bali harus berani mengambil terobosan dengan mengedepankan kualitas. Saring turis yang datang agar Bali jadi makin bagus,” tegas Ketua PHDI Kuta ini.

Penegakan hukum juga penting dilakukan agar Bali makin tertib dan aman. “Kalau memang melanggar hukum, siapa pun pelakunya harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tambah kandidat doktor ini.

Peran masyarakat lokal juga mesti ditingkatkan. Di Legian dengan konsep ‘Legian Bersatu’, semua warganya adalah guide, sehingga bisa memberi informasi yang benar kepada turis terkait kondisi di daerahnya. Jangan sampai orang yang tak paham, ujug-ujug memberi penjelasan yang tak tepat. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: