Dr. Gede Wirata: Agrotourism, Sinergikan Pemanfaatan Lahan Pertanian dengan Pariwisata

(Baliekbis.com),
Pesatnya pembangunan pariwisata di Bali tidak hanya menimbulkan dampak positif seperti peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

“Namun juga bisa menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran, kemacetan lalu lintas, kerusakan lingkungan dan pengalihan fungsi lahan terutama lahan pertanian yang dijadikan sebagai tempat pengembangan fasilitas pariwisata seperti hotel, restoran, objek wisata dan lain-lain,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNR, Dr. Gede Wirata, S.Sos, SH, MAP, Sabtu (22/12).

Dikatakan, pengembangan pariwisata di Bali telah berkontribusi banyak terhadap kerusakan dan keseimbangan lingkungan, khususnya pembangunan pariwisata yang memanfaatkan lahan pertanian baik lahan basah maupun lahan kering. “Karena begitu banyak lahan pertanian sawah telah dialihkan fungsinya untuk pembangunan fasilitas pariwisata seperti hotel, villa, bungalow, café, art shop dan lain-lain” terangnya.

Kemudian, pemanfaatan lahan pertanian untuk kepentingan pariwisata juga telah mengakibatkan kesenjangan antara industri pariwisata dengan pertanian. Bahkan selama ini pertanian padi sawah yang mencakup pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan dirasakan memerlukan biaya yang sangat tinggi. “Disini para petani mulai kesulitan untuk bisa mengembangkan hasil pertanian dengan baik. Maka dukungan dan peran serta pemerintah maupun swasta sangat diharapkan demi kelangsungan kehidupan para petani ke depannya,” ucapnya.

Gede Wirata menambahkan, untuk bisa mensinergikan pertanian dengan pariwisata ke depannya, maka diperlukan adanya pengembangan agrotourism yang merupakan model pengembangan yang tepat dan melengkapi model pengembagan pariwisata budaya yang dikembangkan sekarang ini di Bali. “Salah satunya agrowisata yang merupakan pengembangan pariwisata berbasis pertanian yang dirasakan nantinya bisa sebagai objek wisata dan daya tarik wisata,” tambahnya.

Gede Wirata menjelaskan kalau pada intinya pertanian sangat memungkinkan untuk disenergikan dengan pariwisata yang diwujudkan dalam pengembangan agrowisata. Yang penting adanya komitmen dari seluruh stakeholder pariwisata untuk bersama-sama menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. (sus)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: