Dokter Spesialis Paru Ingatkan Bahaya TBC

(Baliekbis.com), TBC (Tuberculosis) adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Menurut dokter Spesialis Paru RSUP Sanglah dr. Ni Luh Putu Eka Arisanti, penyakit TBC dapat menyerang organ lain dan menyebabkan kerusakan di organ tersebut. Selain itu TBC berbahaya karena bisa menular kepada orang lain. Hal ini disampaikannya saat berorasi di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja, Lapangan Niti Mandala, Denpasar, Minggu (25/3) pagi.

“Jadi jika ada yang mengalami gejala batuk lebih dari seminggu, demam, keringat malam dan penurunan berat badan segera periksakan diri ke puskesmas,” kata dr. Eka merujuk gejala-gejala TBC. Masih dalam orasinya, dr. Eka menyampaikan bahwa penyakit TBC menular melalui dahak yang positif terinfeksi kuman TBC. Oleh sebab itu Ia mengajarkan etika batuk, yakni menutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu tisu tersebut dibuang di tempat semestinya. Jika tak ada tisu gunakan lengan baju bagian dalam, imbuhnya. dr. Eka memastikan TBC bukan penyakit keturunan dan bisa disembuhkan dengan berobat secara teratur selama minimal enam bulan dan terus mengikuti saran dokter.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam orasinya mengatakan Indonesia sebagai peringkat kedua kasus TBC setelah India. Oleh karena itu Ia mengajak masyarakat untuk turut membantu pemerintah menemukan dan melakukan pendekatan agar penderita TBC mendapat pengobatan. Khusus untuk di Bali, dr. Suarjaya mengestimasi ada 13 ribu penderita TBC, namun dari jumlah tersebut baru sekitar 26 persen atau 3 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan diobati. “Jadi masih ada 10 ribu yang berpotensi menularkan,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam RSPAD dr Agus Setyo Budi, SpPD mengajak instansi untuk proaktif memberantas penyakit TBC. Menurutnya ini sejalan dengan target pencapaian MDGs. Ia meminta instansi kesehatan lebih tegas terhadap upaya pencegahan penularan TBC. Diantaranya jika batuk lebih dari dua minggu pasien diisolasi dan diprioritaskan agar tidak menular di tempat keramaian.

Pjs Bupati Klungkung Wayan Sugiada memberi apresiasi peringatan hari TBC. Ia berharap masyarakat mengikuti semua saran dokter yang berorasi di PB3AS. Ia menambahkan masyarakat tak perlu takut berobat karena obat TBC gratis. Ia juga mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan TBC.

Warga masyarakat, Wayan Gede Mertayasa dalam orasinya mendukung upaya pemerintah menuntaskan TBC. Menurutnya TBC merupakan sebuah ancaman bagi negara. Ia juga mengingatkan ada ancaman-ancaman lain seperti informasi-informasi negatif yang sulit disaring dan dicerna oleh anak-anak yang belum bisa memilah informasi. Salah satu informasi yang berkembang adalah tahun 2030 Indonesia akan bubar. Menurutnya ini harus ditanggapi dengan kesadaran untuk menciptakan negara yang lebih kuat, misalnya dengan mendidik anak-anak secara positif dan konstruktif. Ia berharap di tahun 2030 yang terjadi adalah munculnya generasi baru yang tidak digerogoti sindrom korupsi, narkoba dan kenakalan lainnya. Terakhir ada Subardi, warga Abian Timbul dalam orasi singkatnya menolak jika ada budaya korupsi di Indonesia. Menurutnya yang ada hanya ada oknum yang melakukan korupsi dan itu tidak mewakili seluruh masyarakat. (sus)