Doa Bersama pada HUT II Atnews untuk Tenaga Medis yang Gugur Saat Tangani Pandemi Covid-19

(Baliekbis.com), Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) II Atnews menggelar doa bersama yang dihadiri para sulinggih dan pendeta lintas agama di Badung, Minggu (18/10). Kegiatan HUT II Atnews mengusung tema “Sejatinya Kesederhanaan adalah Sebuah Kemuliaan dan Kekayaan yang Terbesar”, tagline “Seger Dumun Tunas!” dengan mengutip puisi WS Wendra “Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, maka Berdoalah untuk kebaikan”.

Doa yang dipimpin Ketua Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba bersama Ida Rsi Agung Wayabya Soprabu Sogatha Karang dan Ida Rsi Bujangga Waisnawa. Wakil Sekretaris FKUB H. Roichan, Perwakilan MATAKIN Bali Ws Nyoman Darsana, Ketua PGLII Bali Pdt. Timotius Karnadi M.Th dan Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Denpasar Romo Paskalis Nyoman Widastra SVD.

Pada kesempatan itu hadir pula Ketua DHD 45 Provinsi Bali Prof Dr Ir I Wayan Windia, SU, Ketua Umum Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A (K), Direktur Utama Atnews I Wayan Artaya Tokoh Pers, I Made Nariana.
Turut hadir Pemred Atnews Bagus Ngurah Rai BA SH MBA MM, Anggota Dewan Redaksi I Made Widia, Redaksi Pelaksana I Ketut Atmadja dan Dra Widhi Adnyani serta Kepala Perwakilan Atnews Buleleng Jembrana dan Bangli Drs I Nyoman Suasthawan M.Si.
Doa tersebut ditujukan kepada para roh-roh dokter, perawat, tenaga medis dan relawan yang telah gugur dalam menangani pandemi Covid-19.

Sekaligus memberikan dukungan penuh pemerintah dan pejuang kesehatan dalam mengatasi pandemi Covid-19.
Acara berlangsung penuh kekhusyukan dan hening di Taman Siva Loka, Kawasan Monumen Perjuangan Bangsal, Jl. Raya Padang Luwih No.2 Gaji Dalung, Kuta Utara, Badung.

Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba mengatakan, usaha tersebut sebagai langkah dalam ikut serta dalam bela negara.
Doa merupakan hal terpenting dalam memecahkan masalah yang dihadapi, baru dilanjutkan dengan usaha dan kerja keras.
Oleh karena, bangsa Indonesia ada atas perjuangan para pahlawan terdahulu yang mengorbankan jiwa dan raga.

Untuk itu, kini sebagai penerus bangsa Indonesia sepatutnya menjaga dan merawat NKRI tersebut yang telah diperjuangkan susah payah.
Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras agama, adat istiadat dan bahasa daerah tetap dijaga kebhinekaannya. Hal itu sebagai bentuk dharma negara (bakti kepada negara) yang merupakan implementasi ajaran agama masing – masing.

“Taman yang indah karena beragam warna bunga, begitu pula menjaga kehidupan yang harmonis seperti ikan dengan teratai dalam kolam, jangan sampai memperkeruh air, ” ungkap Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba. Untuk itu, acara ini sebagai momentum melakukan introspeksi diri secara bersama – sama agar pandemi segera berakhir dan kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, Dirut Atnews Artaya menambahkan, pandemi Covid-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan di abad ini yang berimbas pada semua lini kehidupan. Berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan. Covid-19 telah menyebar ke berbagai belahan dunia mencapai 235 negara sesuai keterangan WHO.
Data Covid-19 hingga 17 Oktober 2020 terkonfirmasi positif 39 196 259 orang dan meninggal mencapai 1 101 298 orang.

Sedangkan data secara nasional, terkonfirmasi positif 357.762 orang, sembuh 281.592 orang, meninggal 12.431 orang.  Provinsi Bali terkonfirmasi 10.697 orang (10.668 WNI & 29 WNA). Sembuh 9.505 orang (9.479 WNI & 26 WNA). Dan meninggal 343 Orang (341 WNI & 2 WNA). Kondisi itu mengingatkan akan kebesaran kemahakusaan Tuhan Yang Maha Esa, manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya tidak berdaya akan menghadapi mahluk Covid-19. Tenaga kesehatan, dokter, perawat, relawan telah berjuang menyembuhkan penderita Covid-19 dengan protokol yang ditetapkan.

Pengabdiannya pun penuh resiko, karena Covid-19 tidak pilih kasih, tidak mengenal latar belakang, suku, ras, agama dan wilayah, dimana dokter dan tenaga medis pun bisa terpapar dan bahkan berujung pada kematian.  Indonesia saja lebih dari 100 orang dokter telah gugur. Peristiwa itu juga mendorong umat manusia kembali mencintai lingkungan, pertanian dan kesehatan. Manusia mulai kembali pada hal-hal yang mendasar, pemenuhan yang mendasar.

Sejatinya kehidupan ini sederhana, selama tidak ada keinginan yang berlebihan. Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela adalah orang-orang yang sangat sederhana.  Namun berbagai ucapannya hingga saat ini masih selalu dikutip, bahkan oleh para tokoh nasional dan internasional.  Bahkan yang menarik dari ungkapan Mahatma Gandhi yang relavan dengan kondisi saat ini, “Harta Sejati adalah Kesehatan bukan emas dan perak”.

Pada kesempatan itu, Ketum MPB Bagus Ngurah Putu Arhana menyerahkan Penganugerahan Penghargaan 3/4 Abad Monumen Perjuangan Bangsal kepada Ketua Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba bersama Ida Rsi Agung Wayabya Soprabu Sogatha Karang dan Ida Rsi Bujangga Waisnawa.

Serta Tokoh Pers Pimpinan Umum Pos Bali Made Nariana yang juga Mantan Ketua PWI dua periode. Pimpinan Perusahaan Drs Bambang Suminto Producer Berita TVRI Bali s/d 2005, Wakil Ketua PWI Bali 2000-2004 & 2004-2009 dan Sekretaris PWI Bali 1996-2000.
Redaksi Pelaksana Atnews I Ketut Atmadja yang juga Kepala Biro LKBN Antara 1996-1998, Bendahara PWI Bali 2014-2019 dan Wakil Sekretaris PWI Bali 2009-2014.

Redaktur khusus Harian Warta Bali 2014 – sekarang Drs H Budiharjo, Pemimpin Redaksi baliotonom.com 2016 – sekarang, Kasi Berita, Ulasan dan Dokumentasi RRI Denpasar 2002 – 2014. Dosen Fisip Undiknas sejak 2004 – sekarang, mengampu matakuliah (Jurnalisme Dasar, Jurnalisme Penyiaran, Manajemen Media Massa, Propaganda dan Pendapat Umum), Sekretsris Dewan Kehormatan PWI Bali 2019 – sekarang, Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Bali 2020-selarang, Ketua Mapilu PWI Bali 2015 – 2019, Ketua Seksi Wartawan Olahraga ( SIWO ) PWI Bali 2010 – 2014 dan Ketua Seksi Wartawan Hankam Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Bali 2006 – 2010.
Ketua Umum MPB Bagus Arhana mengatakan Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh yang dinilai selalu konsisten dalam menjaga semangat kebangsaan yang dahulu mulai ditanamankan di MPB oleh para pejuang kemerdekaan.

“Tokoh-tokoh bersangkutan diberikan karena selalu mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya. Pada kesempatan itu juga, Dirut Atnews Artaya memberikan penghargaan kepada para Sulinggih dan Pendeta Lintas Agama yang hadir.  Acara ditampilkan persembahan puisi dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK dan Teater Bulan SMAN 2 Mengwi serta hiburan dari Deama n Frends.
Acara itu ditutup dengan pemotongan dua tumpeng oleh Dirut Atnews Artaya bersama Ketua Panitia Mumtazah Mardliyah yang juga Danyon Menwa Ugraçena Yon A-901/Mayurajana Universitas Udayana. (*)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: