Diskusi Pasca “Petitenget Festival”, Perlu Libatkan Wisatawan dan Jaga Kualitas

(Baliekbis.com), Pagelaran Petitenget Festival yang berlangsung tiga hari sejak Jumat (14/9) hingga Minggu (16/9) berhasil menyedot puluhan ribu pengunjung termasuk wisatawan mancanegara.

Festival yang baru pertama kali digelar Desa Adat Kerobokan yang melibatkan 50 banjar itu juga sukses menyajikan sejumlah kegiatan seni dan budaya setempat yang memiliki nilai sakral, bahkan berhasil meraih penghargaan bergengsi, MURI.

“Ke depan tentu kami akan melibatkan lebih banyak lagi peserta termasuk stakeholders dari pihak hotel, restoran dan wisatawan itu sendiri” ujar budayawan Kerobokan yang juga Wakil Ketua Panitia Petitenget Festival Dr. I Wayan Swandi,MSi. saat ditemui usai diskusi kecil tentang pariwisata di Amatra Center Kerobokan, Senin (17/9).

Hadir dalam diskusi tersebut Ketua Panitia Petitenget Festival AA Bagus Bayu Joni Saputra, Anggota DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra serta sejumlah seniman. Swandi yang dosen ISI Denpasar itu mengatakan festival itu sangat penting bukan saja untuk mempromosikan kearifan lokal Kerobokan juga melestarikan banyak peninggalan seni bernilai tinggi di daerah wisata ini. “Dan yang tak kalah penting untuk mengangkat kepariwisataan Kerobokan,” jelasnya.

Baca Juga :   Malam Apresiasi Budaya Sekaa Gong Sekar Sari Banjar Pekambingan

Untuk itu ke depan kegiatan yang diagendakan bisa rutin berjalan ini akan diperluas lagi terutama keterlibatan stakeholders pariwisata seperti pihak hotel, restoran dan wisatawan itu sendiri. “Kalau wisatawan bisa langsung ikut berperan tentu akan memberi nilai lebih. Kita tak perlu lagi banyak berpromosi sebab wisatawan itu akan langsung menggambarkan pengalaman mereka ke negerinya,” tambah Swandi.

Hal senada dikatakan AAB Bayu Joni yang menyatakan salut dengan keterlibatan begitu banyak pihak mendukung festival perdana ini. “Festival ini tidak saja telah membangkitkan potensi seni, budaya, ekonomi dan pariwisata Kerobokan. Tapi semakin mempererat persatuan seluruh warga,” jelas Gus Bayu. Melihat begitu kompaknya warga maupun stakehoders termasuk Pemkab Badung yang mensupport kegiatan itu, ia optimis ke depan ajang serupa bisa lebih ditingkatkan lagi. “Kami akan evaluasi dulu apa yang sudah berjalan sehingga bisa menjadi acuan seperti apa ke depannya,” ujar tokoh muda Kerobokan ini.

Sementara AA Bagus Adhi Mahendra Putra yang akrab disapa Gus Adhi pada kesempatan itu memuji semangat warga dan kerja keras semua pihak sehingga festival yang melibatkan ribuan warga adat Kerobokan ini berjalan lancar. “Festival ini bukan saja menggali dan melestarikan seni dan budaya yang ada juga sebagai pemantik pariwisata,” ujarnya.

Baca Juga :   Tak Hanya Fokus Promosi, Cok Ace Minta BPPD Lakukan Riset Pariwisata

Karena itu diingatkan ke depannya perlu dipertimbangkan untuk melibatkan stakeholders pariwisata ikut dalam mengisi agenda festival serta memperhatikan sisi kualitas.  “Jadi kita tahu apa yang dibutuhkan wisatawan dalam ajang tersebut dan mereka bisa ikut terlibat,” tambah Gus Adhi seraya mengatakan Kerobokan banyak memiliki warisan seni budaya yang bisa diangkat di ajang yang akan datang.

Sebagaimana diketahui Petitenget Festival yang mengangkat tema ‘Experience Centuries in The Making” dengan ikon “Bhuto Ijo” dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni budaya, pariwisata, kuliner dan UKM. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: