Disbud dan Pepadi Tempa Potensi Dalang Anak-anak

(Baliekbis.com), Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar bersama Persatuan Padalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Gianyar menggelar acara parade wayang kulit parwa dalang anak-anak di Balai Banjar Babakan Sukawati, Minggu (4/3).

Sinergi Disbud Kabupaten Gianyar dengan Pepadi kembangkan potensi padalangan anak-anak se Kabupaten Gianyar guna melestarikan warisan budaya. Kadisbud Kabupaten Gianyar Gusti Wijana menyampaikan “Kabupaten Gianyar berkomitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada karena konteks pelestarian sangat penting sehingga pelestarian wayang itu perlu dilakukan”. Lebih lanjut ia menambahkan memberikan pemahaman mengenai seni pawayangan kepada anak-anak akan menumbuhkan kesadaran anak untuk melestarikannya. Parade ini diharapkan menjadi suatu wadah bagi anak-anak untuk menempa kemampuannya baik dari segi cerita yang diangkat ataupun seni memainkan wayang.

Ketua panitia Ketut Sudiana  mengatakan “Parade wayang ini bertemakan wayang pelestarian dan pengembangan. Parade ini diikuti oleh 10 orang dalang cilik dari perwakilan 4 kecamatan di Kabupaten Gianyar. Dimana 5 orang peserta berasal dari Kecamatan Sukawati, 3 orang dari Kecamatan Blahbatuh, serta kecamatan Tampaksiring dan payangan masing-masing mengirim 1 dalang ciliknya”. Acara yang berlangsung selama 5 ini akan berlangsung di 3 tempat yakni Banjar Babakan Sukawati, Banjar Pinda Blahbatuh dan Museum Arma diharapkan mampu menumbuhkan genarasi dalang yang kreatif. Peserta dituntut mampu melestarikan kesenian wayang yang adiluhung, sebagaimana telah diproklamirkan unessco sebagai masterpice budaya dunia.

Dalam sambutannya Penjabat Bupati Gianyar yang dibacakan Kadisbud menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan parade pawayangan karena merupakan hal yang sangat positif dalam melestarikan wayang di Gianyar. Disisi lain, kesenian wayang merupakan kesenian religious yang harus dipentaskan saat upacara agama Hindu di Bali. Bagaimana tidak setiap upacara keagamaan sudah pasti mengupah  wayang guna melengkapi prosesi upacara. Kedepannya diharapkan seni wayang dapat menjadi tontonan tuntunan yang menarik sehingga mampu menarik dan memotivasi para generasi muda atau anak-anak untuk mencintai kesenian pawayangan itu sendiri. (abg)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: