DHI Diharapkan Angkat Kearifan Lokal dan Hargai Pluralisme

(Baliekbis.com), Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hindu Indonesia (DHI) Drs. Agus Wijaya, S.Pd, S.Ag, M.M, M.Si mengatakan, DHI sebagai himpunam intelektual saat ini menghadapi banyak tantangan, antara lain melakukan eksplorasi ilmu agar benar-benar memberikan manfaat bagi umat Hindu.

Menurut Agus Wijaya, eksplorasi ilmu itu penting, karena pengetahuan Weda banyak dieksplorasi oleh orang asing sejak abad ke-18 dan bahkan sebelum itu.

“Eksplorasi ilmu itu membuktikan Weda sebagai sumber ilmu pengetahuan, namun kita belum sampai di sana,” ujarnya saat pembukaan Rakernas I DHI di Denpasar, Sabtu (15/1).

Agus Wijaya menilai, 13 perguruan tinggi Hindu belum ada yang serius menggunakan teori-teori Veda. Ia memberikan contoh kecil, epistimologi Hindu.

“Adakah dosen yang mengeksplorasi bangunan Hindu, kenyataannya banyak orang luar yang melakukannya, kemudian baru kita kebakaran jenggot,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Dr. Komang Sri Marheni,S.Ag,M.Si. yang diwakili Direktur Pendidikan I Gusti Made Sunarta saat membuka Rakernas I DHI mengatakan saat Kementerian Agama sedang gencar-gencarnya mempromosikan moderasi beragama dengan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi, belakangan ini muncul berbagai kasus-kasus yang berkaitan dengan keagamaan yang viral pada berbagai media sosial, yang memicu ketegangan antarumat beragama.

Masalah tersebut memerlukan kedewasaan dalam menyikapinya agar sejalan dengan apa yang dicanangkan oleh Kementerian Agama. Ia berharap Rakernas I DHI ini dapat merumuskan program-program strategis yang dapat menunjang peningkatan aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, penguatan aspek pluralisme kehidupan beragama, dan menjadi lokomotif dalam pembangunan SDM Hindu ke depan.

Ketua DHI Provinsi Bali Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M,Pd. yang juga Rektor Undiksha dan Sekretaris DHI Provinsi Bali Prof. Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T, S.Sos, M.M. mengatakan, pihaknya akan mengelola aktivitas DHI Bali secara seimbang sebagai represtasi Bali Utara dan Selatan sehingga mampu memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat khususnya umat Hindu.

Rakernas I DHI menjadi ajang bagi para peserta anggota DHI untuk menyampaikan uneg-uneg, gagasan dan harapan para dosen Hindu yang tergabung di dalam Perkumpulan DHI.

Ketua DHI Kota Batam Dr. I Wayan Catra Yasa, M.M. meminta kepada Plt Dirjen melalui Direktur Pendidikan Kementerian Agama RI agar memberikan arahan yang jelas tentang nomenklatur yang terkait dengan alokasi bantuan dari kementerian Agama untuk DHI.

Dosen STAH Darma Nusantara Jakarta I Ketut Budiawan yang hadir secara daring berharap agar pihak Ditjen Bimas Hindu melakukan analisis peraturan perundang-undangan khususnya untuk kebutuhan pendidikan karena menurutnya masih banyak yang terlepas dan tidak sinkron.

Saat itu juga muncul harapan agar ke depan, Ditjen Bimas Hindu melakukan kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan non Hindu untuk membuka peluang-peluang kerja sama demi peningkatan kualitas SDM Hindu.

Rakernas DHI yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari seluruh Indonesia akan dilanjutkan dengan tirthayatra (perjalanan suci) ke beberapa pura besar di Bali. (ist)