Deklarasi di Buleleng, KBS-ACE Janji Selesaikan Enam Prioritas Pembangunan

(Baliekbis.com), Deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Dr. I Wayan Koster, MM dan Dr. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati,M.Si (KBS-ACE) di Kabupaten Buleleng, Sabtu (20/1) Deklarasi KBS-ACE di Buleleng berlangsung meriah dan semarak. KBS-ACE berjanji akan menyelesaikan enam usulan prioritas pembangunan untuk Bali Utara, asalkan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali mendatang.

Enam usulan pembangunan prioritas untuk Buleleng yang disampaikan langsung Ketua DPC PDIP Buleleng Putu Agus Suradnyana dihadapan 21 ribu massa pendukung, kader dan simpatisan serta masyarakat Buleleng itu diantaranya siaran televisi yang belum bisa dinikmati di Buleleng, pembangunan jalan short cut yang menghubungkan Bali Selatan dengan Bali Utara, Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, Pertanian, Kesehatan dan Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.

“Enam hal ini menjadi prioritas kedepan bagi Buleleng dan masyarakatnya, sehingga kami berharap ini menjadi perhatian untuk dapat direalisasikan. Masalah siaran TV yang belum bisa diterima, short cut, Pelabuhan Celukan Bawang yang sudah mulai didatangi kapal pesiar, pertanian, kesehatan dan tentunya yang terakhir permintaan masyarakat pembangunan bandara,” ungkap Agus Suradnyana saat Deklarasi KBS-ACE, Sabtu (20/1/2017) di Lapangan Taman Kota Ngurah Rai Singaraja.

Calon Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Cok Ace dan Ketua Tim Pemenangan KBS-ACE Provinsi Bali yang juga Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dihadapan ribuan massa pendukung mengaku mampu mewujudkan keinginan masyarakat Buleleng itu. “Titiang akan merespon usulan yang disampaikan oleh bapak Putu Agus, titiang yakin apa yang diusulkan sejati-jatinya adalah aspirasi dan kebutuhan masyarakat Buleleng, nomor satu soal kebutuhan untuk membangun trasmisi di Buleleng, urusannya pasti di Kementerian Urusan Komunikasi dan Informasi, lakar kepragatang tiang ne, amon perlu pipisne, urusan ijin kira-kira ini, lakar ajak Bupati Badung mepaitungan, amon be tiang jadi gubernur aluh, pragat ne – pragat, komit satu, point satu, SCGT, super cenik gae to,” ungkap Koster.

Selain masalah transmiri siaran televisi, Koster juga mengungkapkan lima usulan masyarakat Buleleng yang nantinya akan mampu diwujudkan dalam pemerintahan kedepan, sebab koordinasi dan komunikasi akan dapat dilakukan bila pemerintahan dalam ‘Satu Jalur’. “Saya selesaikan, dan itu sudah masuk dalam visi misi pembangunan Bali kedepan,” tegas Koster usai pelaksanaan Deklarasi KBS-ACE kepada wartawan. KBS-ACE berharap dukungan seluruh masyarakat Buleleng dalam Pilgub Bali mendatang, walaupun Tim Pemenangan KBS-ACE menargetkan perolehan suara 90 persen di Buleleng, namun Koster hanya meminta dukungan penuh untuk meraih 80 persen suara, itupun di setiap kecamatan, desa dan kelurahan menang mutlak. “Mudah-mudahan apa yang kita inginkan bersama kedepan tentunya menjadikan KBS-ACE menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Bali 27 Juni 2018 yang akan datang, Astungkara tercapai dengan perolehan suara 70 persen untuk Bali dan Buleleng, memohon masyarakat Buleleng kompak berkomitmen memberikan suara minimum 80 persen,” ujar Koster

Terkait dengan prosesi persembahyangan di merajan bale agung dilakukan sebelum melakukan Deklarasi KBS-ACE di Taman Kota Ngurah Rai Singaraja, Koster mengaku hanya untuk memohon doa restu dari leluhur Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri. “Tentu karena disitu ada sejarah secara kekeluargaan, bagaimanapun karena saya ini adalah kader PDI Perjuangan mendapat penugasan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Sukarno Putri, beliau adalah neneknya dari bale agung, saya merasa sangat penting untuk memohon doa restu dari leluhur beliau disana dan saya berterima kasih diprogramkan oleh Pak Putu Agus dan pemenangan di Buleleng dalam persembahyangan tadi,” ungkap Koster. Deklarasi KBS-ACE berlangsung meriah, hampir seluruh Lapangan Taman kota Singaraja dipenuhi para pendukung KBS-ACE yang diawali dengan Parade Budaya sepanjang Jalan Ngurah Rai Singaraja dari Tugu Singa Ambara Raja hingga Taman Kota. (ist)