CIK: UMKM Harus Naik Kelas

(Baliekbis.com), Kehadiran para desainer diharapkan mampu menampilkan produk yang sebelumnya sederhana dan biasa-biasa saja menjadi lebih modern dan memiliki daya saing. Dengan demikian produk tersebut nantinya bisa memasuki pasar yang lebih luas dan mengangkat kehidupan perajinnya.

“Kita harapkan pelaku UMKM bisa naik kelas baik dalam skala nasional maupun internasional,” ujar Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali Causa Iman Karana yang biasa disapa CIK di sela-sela acara Bali Fashion Trend (BFT) 2019 yang berlangsung di TS Suite Seminyak, Jumat (11/5) malam.

BFT yang akan berlangsung hingga tanggal 13 Mei ini diikuti sekitar 70 desainer terkemuka dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari Bali sendiri sebagaimana disampaikan Deputi Direktur Bank Indonesia KPw Prov. Bali Azka Subhan akan menghadirkan enam desainer (kain endek/songket) serta seorang asesoris perak. Diharapkan dari para desainer ini akan melahirkan perpaduan antara kain dan asesori (perak).

Bank Indonesia tambah CIK selain aktif dalam pembinaan di bidang pertanian juga pelestarian budaya (Bali) seperti halnya kerajinan tenun yang tersebar di seluruh Bali dengan kekhasan masing-masing. Bali sangat kaya akan potensi budayanya. Namun dalam menghadapi pasar global ini diakui pelaku UMKM masih menghadapi kendala baik pada bahan baku yang sebagian masih impor serta desain dan produksi. Kalau hanya terpaku pada corak yang biasa-biasa tentu akan terbatas. Karena itu dengan mengajak desainer yang selama ini sudah bergerak di bidang mode/fashion dan mereka ini punya channel baik nasional atau bahkan internasional tentu akan membuka peluang yang lebih besar.

“Jadi produk yang selama ini untuk kegiatan biasa-biasa nanti akan didesain dan ditampilkan oleh model-model sehingga bisa lebih serasi. Kalau ingin naik kelas, go internasional maka harus didukung dengan kualitas dan kemampuan produksi, bukan tampil biasa-biasa. Tapi modern, berbeda dan fashionable,” tambah CIK.

Dalam ajang BFT 2019 yang digelar untuk kedua kalinya ini juga dilangsungkan peragaan aneka busana karya para desainer. Menurut panitia Ali Kharisma, Bali sebagai jendela dunia yang banyak dikunjungi turis mancanegara membuka peluang yang sangat besar dalam pengembangan dunia fashion dan mode. Ajang ini selain didukung Bank Indonesia Prov. Bali juga turut sejumlah sponsor di antaranya Viva Cosmetic.(bas)