Cetak SDM Penerbangan Berdaya Saing Global, ITSM Tuan Rumah Munas ALDIKAPI

(Baliekbis.com), Kampus penerbangan, perhotelan dan kapal pesiar ternama di Bali,  ITSM (International Transportation Success Management) dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah  Nasional (Munas) pertama Asosiasi Lembaga Diklat Penerbangan Indonesia (ALDIKAPI) yang berlangsung Sabtu-Minggu (5-6 Mei 2018) di Crystal Hotel Kuta. Munas ini diharapkan memperkuat peran ALDIKAPI dalam meningkatkan kualitas pendidikan penerbangan di Indonesia agar berdaya saing global. “Ini suatu kebanggaan ITSM dipercaya sebagai tuan rumah Munas pertama ALDIKAPI. Kami juga berkomitmen menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan dan kapal persiar terdepan menyiapkan SDM yang berdaya saing global. Terlebih di era industri 4.0 ini, tuntutan perusahaan juga semakin tinggi terhadap SDM,” kata panitia Munas ALDIKAPI yang juga perwakilan ITSM  I Dewa Nyoman Wirasana, Selasa (8/5) di Denpasar.

Munas ini mengambil tema “Optimalisasi Peran ALDIKAPI Guna Membangun SDM Penerbangan yang Berkualitas,  Handal  dan Profesional”. Guntur Sunarko terpilih sebagai Ketua Umum ALDIKAPI periode 2018 – 2021. Turut hadir pula perwakilan International Air Transport Association atau IATA (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) Mr. Claudimar Luiz Marafon yang mengapreasiasi keberhasilan ITSM selaku tuan rumah Munas ini. Pihak IATA berkomitmen menjalin kemitraan dengan ALDIKAPI. Salah satunya IATA siap mengirimkan instruktur bila diperlukan untuk perbaikan kualitas siswa. Dewa Wirasana menambahkan, ALDIKAPI sebagai mitra pemerintah juga bersinergi dalam pengembangan pendidikan penerbangan. Khusus di Bali ITSM akan berperan besar dalam kepengurusan ALDIKAPI serta berkolaborasi berbagai stakeholder termasuk IATA untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan siswa.

Komisaris ITSM Desak Made Umbari menambahkan, ITSM berbeda dengan lembaga diklat lainnya. ITSM memiliki keunggulan kompetitif karena memadukan ilmu hospitality menjadi satu wadah untuk cepat meraih kerja  dalam satu tahun. Siswa belajar ilmui dan skill dalam dunia penerbangan, perhotelan dan kapal pesiar serta perjalanan wisata dalam satu paket belajar. “Lulusan ITSM dibekali tiga kemampuan untuk meraih kerja. Ketiga skill itu akan membuat lulusan ITSM semakin siap bersaing di industri penerbangan maupun pariwisata dan kapal pesiar. Mereka juga punya lebih banyak pilihan untuk berkarir dan bekerja,” tegas Desak Umbari. Dengan pola pendidikan dan pelatihan tersebut, lulusan ITSM bisa ditempatkan dan trampil di berbagai bidang  baik pamugari, ground staff untuk bandara, pekerja di otel dan kapal pesiar serta biro perjalanan wisata. (wbp)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.