Cara Menanam Lidah Buaya

(Baliekbis.com), Tidak seperti tanaman sukulen (tanaman yang batang dan daunnya berdaging tebal sebagai tempat menyimpan air) dan kaktus yang lain, menanam lidah buaya dari daun memang sulit. Kemungkinannya kecil daun lidah buaya dapat mengeluarkan akar dan tumbuh menjadi tanaman yang sehat. Oleh karena itu, kebanyakan pekebun menanam lidah buaya menggunakan anakan karena memberi keberhasilan yang lebih besar.

Pahamilah bahwa kemungkinan besar daun lidah buaya tidak dapat mengeluarkan akar dan tumbuh. Walaupun masih ada kemungkinan daun lidah buaya tumbuh, kemungkinan ini sangatlah kecil. Daun lidah buaya memiliki kelembapan yang tinggi sehingga cenderung membusuk sebelum bisa mengeluarkan akar. Cara yang lebih efektif adalah dengan menumbuhkan lidah buaya dari “anakan”. Carilah daun lidah buaya yang memiliki panjang minimal 8 cm.

Potong daunnya di bagian pangkal menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Usahakan untuk memotongnya dengan sudut mengarah ke bawah, ke arah batang. Pisaunya harus sangat bersih agar daunnya tidak mengalami infeksi. Letakkan daun tersebut di tempat yang hangat sampai terbentuk lapisan tipis pada potongan daun. Ini bisa memerlukan waktu beberapa hari hingga dua minggu. Lapisan tipis tersebut berguna untuk mencegah infeksi ketika daun bersentuhan dengan tanah. Lidah buaya yang telah terinfeksi tidak akan bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama. Siapkan pot yang memiliki lubang pembuangan di bagian dasarnya. Seperti halnya tanaman yang lain, lidah buaya menyukai air, tetapi tidak suka dengan air yang menggenang. Apabila pot yang Anda gunakan tidak mempunyai lubang pembuangan, tanahnya akan tetap basah. Ini bisa membuat akarnya membusuk sehingga lidah buaya Anda akan mati.

Isilah pot dengan tanah untuk kaktus, dan basahi dengan air. Apabila Anda tidak mempunyai tanah untuk kaktus, buatlah tanah sendiri dengan mencampur satu bagian pasir dengan satu bagian tanah pot.

  • Sebaiknya Anda mengisi bagian bawah pot dengan kerikil terlebih dahulu. Ini dapat memperlancar aliran pembuangan air.
  • Kadar pH tanah harus berkisar antara 6 hingga 8. Apabila pH tanahnya kurang tinggi, tambahkan dolomit (kapur pertanian) yang bisa didapatkan di toko pertanian.

Tancapkan bagian daun yang terpotong ke dalam tanah. Pastikan sepertiga bagian dari daun tertutup dengan tanah.

  • Cobalah mencelupkan bagian potongan daun ke dalam hormon pertumbuhan akar terlebih dahulu. Apabila Anda tidak memilikinya, gunakan saja madu atau bubuk kayu manis. Kedua bahan ini dapat membunuh bakteri.
  • Tempatkan tanaman di tempat yang cerah dan hangat, lalu siram dengan hati-hati. Selama empat minggu pertama, Anda harus menjaga agar tanahnya tetap lembap. Setelah daunnya selesai dipindahkan, tunggu hingga tanahnya benar-benar kering sebelum Anda menyiraminya kembali. (ist)

 

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: