Calon Petani Plasma Kebun Kelapa Sawit Studi Banding ke PT MAS

(Baliekbis.com),Sejumlah calon petani plasma PT Dede Gandasuling (PT DGS) Desa Waijoi dan Jikomoi, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara melakukan
studi banding ke PT Mitra Austral Sejahtera (PT MAS), Kecamatan Parindu, Selasa (19/11/2019).

Rombongan calon petani bersama Camat Wasile Selatan, Perwakilan Kanwil BPN Maluku Utara dan Pemda setempat serta perwakilan PT DG diterima GM PT MAS Kun Hardadi didampingi Ketua KUD Kapetha dan pengurus serta jajaran manager estate PT MAS. Juga hadir Kepala Desa Rahayu dan Pandan Sembuat serta undangan lainya.
Dua desa tersebut merupakan masyarakat desa binaan PT Dede Ganda suling salah satu pemegang HGU yang ada di wilayah itu.

Departemen Legal HO Jakarta Saslihadi menyampaikan studi banding ini merupakan salah satu program kerja yang dilakukan oleh PT DGS untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai perkebunan kelapa sawit secara umum dan khususnya untuk membuka wawasan dan cara pandang masyarakat tentang kelapa sawit terkait dengan kontribusi PT DGS dalam berinvestasi dan berpartisipasi di wilayah mereka.

“Diharapkan peserta dapat mentransfer informasi yang didapatkan serta ikut aktif mensosialisasikan kepada warga masyarakat lainnya mengenai pentingnya investasi di wilayah mereka dan dapat ikut berpartisipasi mendukung kegiatan tersebut di wilayah mereka, sebab situasi kondusif merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan investasi di wilayah tertentu,” ujarnya.

Pemilihan lokasi studi banding oleh PT DGS ke PT MAS didasari oleh pertimbangan bahwa PT MAS merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit manajemen nya terbaik yang ada di Kabupeten Sanggau serta salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berhasil dalam mengelola dan membina kebun plasma masyarakat.

Selain peserta dari masyarakat Desa Waijoi dan Jikomoy studi Banding ini juga di dampingi oleh Pemerintah Daerah dan BPN serta Dinas Pertanian setempat dan tak kalah penting nya juga melibatkan insan media baik dari media lokal Maluku Utara maupun media lokal Kalimantan Barat.

Penerimaan rombongan studi banding ini dilakukan oleh PT MAS dengan didampingi aparat pemerintahan desa rahayu dan padang sembuat yang merupakan desa sekitar areal PT. MAS. Sehingga diharapkan dapat membantu memberikan masukan yang objektif terhadap adanya pembangunan kebun kelapa sawit di wilayah mereka.

Dalam kesempatan acara studi banding ini peserta diberikan materi tentang perkebunan kelapa sawit oleh manejemen PT MAS dan materi tentang plasma dari Koperasi Unit Desa Kapheta yang merupakan salah satu KUD binaan PT MAS.
“Sehingga peserta dapat berintereaksi langsung dengan pelaku perkebunan dan pelaku program kebun plasma yang ada terkait manajemen plasma kelapa sawit serta dampak dan nilai tambah yang dapat diambil oleh masyarakat dengan adanya pembangunan perkebunan kelapa sawit di daerah mereka secara langsung dan objektif,” katanya.

Untuk lebih memberikan informasi dan pengalaman selama studi banding ini, selain materi dan diskusi peserta studi banding di ajak untuk melihat langsung perkebunan kelapa sawit inti dan plasma serta sekaligus meninjau pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada di PT MAS.

Dalam kesempatan acara studi banding ini PT MAS menyampaikan selain program plasma perusahaan juga melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR), sebagai salah satu peran aktif PT MAS kepada masyarakar desa sekitar areal PT MAS.

“Antara lain pemberian santunan anak anak yatim, pembangunan fisik sarana ibadah. Ikut serta dalam acara acara adat istiadat setempat dan tak kalah pentingnya PT MAS ikut berperan aktif mendukung program pemerintah dalam memajukan dunia Pendidikan masyarakat dengan bantuan pembangunan sarana prasarana sekolah, pemberian bantuan untuk tenaga guru honorer serta pada tahun 2019 ini memberikan bea siswa kepada putra desa terbaik yang kurang mampu untuk melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi hingga menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi,” tuturnya.

GM PT MAS Kun Hardadi menyampaikan, terkait penyerapan tenaga kerja seoptimal mungkin kita ambil dari warga setempat atau pemuda setempat. Kecuali yang tenaga ahli kita memang akan mendatangkan dari luar. “Dan faktanya sampai dengan hari ini perusahaan di PT MAS ini 95 persen karyawan kami adalah pemuda setempat. Terkecuali yang ahlinya, misalnya GM, Manajer Pabrik, Asisten Kepala itu kita ambil dari luar. Toh pun demkian kalau misalnya untuk keperluan mekanik kalau ada warga setempat yang memang ahli tak ada salahnya ditarik,” ujarnya.

Untuk itulah, Kun menyarankan agar tak ragu-ragu dengan kelapa sawit. Itu akan memberikan manfaat kepada anak cucu kita, hanya saja tidak menutup kemungkinan ada persoalan. “Yang pasti sejauh yang saya alami sudah hampir 30 tahun berkerja di kebun kelapa sawit, jadi saya melihat di Kalbar kelapa sawit memang manfaatnya besar sekali untuk meningkatkan ekonomi pedesaan, “tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Urbanus menyampaikan, Di wilayah PT MAS ini sebelum masuk sawit ekonominya dibandingkan sekarang dengan ada kebun kelapa sawit sangat jauh berbeda. “Disisi lain infrastruktur jalan, jembatan itu sangat jauh berubah yang sebelumnya tidak ada sekarang jadi ada. Dan pola pikir masyarakat sudah sangat jauh berubah, “katanya.

Kemudian untuk pendidikan juga yang tadinya untuk tamatan SMP kita susah, sekarang untuk masuk ke perguruan tinggi sudah sangat banyak. “Artinya sangat membantu bagi kita, kalau ditanya apakah sawit memberi perubahan, sawit memberi perubahan yang sangat banyak bagi masyarakat di Desa Rahayu, “ujarnya.

Camat Wasile Selatan yang ikut study banding, Man Usman menyampaikan, Kami dari tim terpadu akan menindaklanjuti pertanyaan yang disampaikan tadi kepada masyarakat yang ada di lima desa areal kelapa sawit PT DG. “Dengan harapan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, supaya masyarakat dapat menerima kelapa sawit di areal Kecamatan Wasile Selatan,” katanya. Untuk itu, pemerintah kecamatan sangat berharap kepada masyarakat khususnya di areal kelapa sawit agar dapat menerima PT DGS untuk mengelola kelapa sawit. “Ada beberapa tahap yang perlu dilihat, pertama merubah maindset poal pikir masyarakat, kedua meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ujarnya. (hum)