Café & Eatery‘’LAVENDER’’ Resmi Dibuka, Sajikan Ayam Nyatnyat Hingga Vegetarian

(Baliekbis.com), Café biasanya menyajikan makanan dan minuman berakohol, namun Café & Eatery ‘’LAVENDER’’ lebih fokus pada menu makanan dan minuman ringan sesuai budaya Indonesia. Dengan latar belakang ini, Rabu (12/4/2017)  Café & Eatery ‘’LAVENDER’’ yang berlokasi di Jln. Hayam Wuruk No. 98 Tanjungbungkak diwujudkan oleh pengusaha muda (Marketing dan Advertising) Kadek Putri Medianthari Artha. Ia adalah salah seorang cucu pengusaha senior I Nyoman Mando asal Br. Ubung Penebel Tabanan-Bali.

Di sela-sela pembukaan perdana Café & Eatery LAVENDER, Direktur Marketing/Bachelor of  Commerce Kadek Putri Medianthari Artha didampingi Kepala Tukang Dapur Café & Eatery Lavender Dw. Pt. Suarya dan kakeknya I Nyoman Mando salah seorang tokoh wiraswasta di Bali ketika diminta konfirmasinya menjelaskan, istilah café paling umum dijumpai di Barat yaitu di Perancis. Namun dalam perkembangannya café diadopsi oleh kota-kota berkembang termasuk Indonesia sehingga sampai merambah ke Bali.

Café & Eatery LAVENDER dirancang khusus untuk kalangan bisnis, keluarga dan pribadi sehingga menjadi tempat yang sangat tepat dan cocok untuk bersantai, melepas kepenatan. “Termasuk  bertemu dengan kerabat baik untuk membicarakan bisnis maupun mendiskusikan bisnis untuk mendatangkan hasil sesuai harapan,” jelas Kadek Putri. Ini karena Café & Eatery LAVENDER menyajikan makanan maupun minuman dengan gaya masakan yang diracik khusus chef berpengalaman Dewa Suarya seperti nasi goreng ayam & ikan, bakmi goreng, daging babi yang direbus selama 4 jam. “Bahkan kami punya ayam goreng menyatnyat,” jelasnya selain masakan  ayam goreng lalapan, bebek goreng kering, ayam bakar madu, udang goreng mentega, iga babi bakar dan masih banyak lagi menu makanan ‘’Balinese & Indonesian Food, di samping dilengkapi menu makanan vegetarian.

“Berbagai jenis minuman juga kami siapkan sesuai kebutuhan masyarakat asing dan masyarakat lokal Indonesia,” ujar Kadek Putri yang sebelumnya sempat mengenyam pendidikan di Singapura dan Jepang (ARC ACADEMY  Edo Yumiko) ini memang bercita-cita sebagai pengusaha.  Ia ingat pesan kakeknya I Nyoman Mando yang mengutip sebuah ungkapan Presiden Soekarno yaitu “Lebih baik menjadi  tuan kecil daripada menjadi kuli besar”.  Kadek Putri Medianthari menambahkan, semua keluarga kakeknya meniti kehidupan di sektor wiraswasta, dimana sang kakek (I Nyoman Mando) yang pensiunan Direktur Utama BPR Penebel dengan cabangnya BPR Penebel Denpasar di Jln. Hayam Wuruk masih satu area dengan Café & Eatery LAVENDER. (dra)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: