Bupati Hadiri Karya atma Wedana di Desa Adat Beringkit

Selasa (18/10) Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Atma Wedana di  Banjar Pengadangan, Desa Adat Beringkit.
Selasa (18/10) Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Atma Wedana di Banjar Pengadangan, Desa Adat Beringkit.
 
(Baliekbis.com), Sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat Badung yang melaksanakan upacara yadnya, Selasa (18/10) kemarin Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Atma Wedana di  Banjar Pengadangan, Desa Adat Beringkit.  Hal tersebut juga merupakan salah satu dari komitem pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan pembangunan di segala bidang salah satunya pembangunan yang berlandaskan budaya . Turut pula hadir dalam acara Atma Wedana tersebut Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunartha, Camat Mengwi I.G.N. Jaya Saputra, Sekretaris Desa  Beringkit dan Prajuru Banjar se wewidangan Desa Adat Beringkit.
Kelian Desa Adat Beringkit sekaligus Manggala Karya   I Gusti Ketut Arsa Wiyana melaporkan  bahwa banyaknya sawa yang mengikuti atma wedana sebanyak 29 sekah. Masing-masing sekah dikenakan biaya sebesar Rp. 2 juta . Dalam acara itu pula dilaksanakan potong gigi atau metatah yang diikuti 31 orang. Acara  3 bulanan 31 diri , menek kelih 20 diri. Pelaksanaan karya ini di Garap  oleh seluruh krama Desa Adat Beringkit yang berjumlah 370 Kepala keluarga yang terdiri dari 4 banjar yakni banjar Pengadangan, banjar  Selat, banjar Menak dan banjar Kelod Kauh. Lanjut disampaikan bahwa kegiatan Atma Wedana ini merupakan karye yang ke dua kalinya dilaksanakan. Yang pertama dilaksanakan pada tahun 2011 lalu. Mengenai dudonan karya telah diawali sejak 16 September dengan upakara mapakeling ring pura Kahyangan Tiga, 22 September Ngeruak-ngaryanang karang suci, 8 Oktober Melaspas Karang suci, 16 Oktober Mepada, ngangget don bingin lan ngajum sekah, 18 Oktober Medengen-dengen kalayang lan memben, 19 Oktober  puncak karye Atma Wedana. Besoknya tanggal 20 Oktober dilaksanakan Nganyut ke Segara Seseh, meajar-ajar ke Pura Ulun Danu Beratan, mepamit ring Pura Kayangan Tiga.
Bupati Giri Prasta dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan Atma Wedana di Desa Adat Beringkit ini. Upacara  seperti ini sangat mempunyai nilai yang mampu menumbuhkan rasa gotong royong dan menyama braya . Untuk itu diharapkan setiap 3 atau 5 tahun sekali tetap melaksanakan upacara ini karena sangat membantu memperingan pengeluaran biaya setiap KK yang mengikuti upacara ini. “Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung diadakannya karya ini, dan semoga upacara ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Diharapkan kepada panitia agar tetap berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga upacara Atma Wedana bisa diselenggarakan dengan baik dan lancar serta bisa dilaksanakan sesuai sastra yang berlaku. Dalam kesempatan itu Bupati Giri Prasta juga menyampaikan bahwa pemerintah akan selalu membantu krama Badung dalam menjalankan upacara adat dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Badung. Karena di adat sangat banyak hal yang perlu diperhatikan diantaranya  pembangunan Pura Khayangan Tiga, Wantilan,  Paibon dan yang lainnya. Di akhir acara Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan punia sebesar Rp. 50 juta yang diterima langsung Kelian Desa Adat Beringkit. (ist)