“Budaya” Nyepi di Grand Istana Rama Hotel

(Baliekbis.com), Berbagai kegiatan seni dan budaya mengisi Hari Raya Nyepi di Grand Istana Rama Hotel Kuta, Sabtu (17/3) yang berlangsung sejak pagi hingga sore. “Kegiatan ini lebih pada upaya kita untuk mengimplementasikan Tri Hita Karana dan ini sangat diminati tamu yang menginap,” ujar GM Grand Istana Rama Hotel Adi Soenarno di sela sela kegiatan tersebut. Terbukti puluhan tamu mengikutinya dengan sangat antusias. Bahkan sejumlah anak  mengisi waktu mereka dengan menggambar di ruang khusus yang disediakan.

Sejumlah wisatawan mengaku senang dan betah mengisi liburan Nyepi di hotel berbintang empat tersebut. Seperti diungkapkan Gerry, wisatawan Australia yang mengaku sudah 15 kali datang ke Bali. Ia bahkan tak memasalahkan diputuskannya jaringan internet saat Nyepi karena ia datang untuk menikmati Nyepi. Hal senada juga disampaikan wisatawan asal Hongaria,  Robert Scholts dan istrinya Aliz Hibay yang tampak begitu bersemangat  mengisi kegiatan Bali Costume Photo Session. Sementara di lobi sejumlah tamu mengikuti kegiatan balinese canang  class, membuat layangan dan sorenya melakukan yoga di Wibisana Room.

Baca Juga :   Kompetisi Bartender 'Mixologist' Captain Morgan, Gabungkan Teknik Membuat Cocktail dan Penyajiannya Bersama Makanan

Adi Soenarno mengatakan  pihaknya sengaja menggelar berbagai kegiatan yang bernafaskan adat dan budaya tersebut agar  tamu lebih memahami tradisi Hindu Bali selain bisa mengisi waktunya dengan maksimal untuk menikmati liburannya di Bali. Karena itu puluhan tamu yang ada disediakan berbagai kegiatan seperti merangkai canang, berpakaian adat Bali hingga membuat layang layang. “Para tamu juga bisa bermain game dengan santai  seperti memasukkan pancing ke botol atau mengukir buah,” jelasnya. Ia mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun dengan mengambil tema yang berbeda sesuai perkembangan. Namun intinya tetap mengenalkan adat dan budaya Bali.

“Jadi kita dalam menyambut Nyepi ini tidak menekankan pada ‘menjual’ paket untuk menarik turis, namun bagaimana menampilkan konsep Nyepi itu sendiri. Jadi ke depannya turis datang karena tertarik dengan Nyepi itu sendiri bukan karena ada paket,” jelas Adi. Ditambahkan kunjungan turis ke Bali mulai pulih pasca-erupsi Gunung Agung. Bahkan tamu yang menginap di Grand Istana Rama terus meningkat. “Pada Nyepi kali ini tamu yang menginap di sini naik 10 persen dibandingkan tahun lalu. Hunian di sini rata rata 74 persen,” tambahnya. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: