Berkat Binaan BI, Chandra Sukses di Dunia Pertanian

(Baliekbis.com), Chandra, adalah salah satu petani binaan BI Maluku Utara yang sukses di kampung Jawa Gurua Selatan Kecamatan Tobelo Utara Kabupaten Halmahera Utara.

Di sekitar lingkungan perkampungan ini banyak yang mengenalnya  dengan sebutan Pak Chandra, nama lengkapnya adalah Adi Chandra (54 tahun), berasal dari Jombang Jawa Timur.

Adi Chandra awalnya merantau di Tobelo Kabupaten Halmahera Utara pada tanggal 18 Agustus 2008. Ia datang seorang diri dengan membawa bekal sebesar Rp 4 juta. Tujuannya untuk membuka usaha bengkel mobil. Berbekal kerja keras serta semangat yang tinggi untuk mengembangkan usahanya itu ternyata tidak sia-sia. Namun usahanya tidak hanya sampai di situ. Chandra pun kemudian mencoba menanam tanaman semusim.

Padahal ia sama sekali sekali tidak memiliki ilmu atau pengalaman sedikitpun tentang bertani. Apa yang dilakukannya tak lebih pada hobi menanam saja. Namun tidak disangka, hasil tanamannya sangat bagus dan meningkat dari musim ke musim. “Saat itu saya hanya mencoba menanam saja untuk bisa dimakan sehari-hari. Jika hasilnya lebih saya bagikan ke orang lain,” ujar Chandra saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

Menurut Chandra, suatu ketika datang petugas dari Bank Indonesia untuk membuka pelatihan bagi petani. “Nah di sinilah saya tertarik dan melihat kesempatan untuk lebih menekuni bercocok tanam,” jelasnya.

Melihat pemaparan dan praktek yang diajarkan pihak Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara saat itu, dirinya makin tertarik dan benar-benar ingin mendalami ilmu pertanian.

Dan setelah mencoba mempraktekannya ternyata hasilnya sangat bagus. Akhirnya dari Bank Indonesia mengirimnya untuk ikut pelatihan. Di situlah sukses Chandra mulai terlihat, apalagi kemudian dia dikirim belajar ke Bogor selama 1 bulan oleh Bank Indonesia Maluku Utara, mempelajari tentang hortikultura.

Setelah kembali, kini Chandra sudah mulai mahir dengan dunianya, pertanian. Ia bahkan sempat menjadi instruktur pertanian membantu sesama petani bagaimana mulai dari menanam yang baik hingga memupuk tanaman dan sudah tentu memanen.

“Jadi ilmu pertanian yang saya dapat itu, selalu diminta oleh warga sekitar kampung ini untuk membantu mereka dan saya siap dengan senang hati,” jelas Chandra.

Menurutnya ilmu yang didapatkan dari pelatihan yang dilakukan oleh Perwakilan Bank Indonesia ternyata sangat besar manfaatnya bagi petani. Kini Chandra sudah bisa memberikan modal kepada petani lain, yang tengah memulai merintis petaniannya. “Hasilnya kalau bagus dibagi dua sama rata,” ungkapnya. Chandra bercuta-cita ke depannya bisa membuat pupuk organik. Karena jika melihat limbah sampah memang di lingkungan sekitarnya cukup banyak.

“Kalau kita sudah mandiri dan pupuk sudah bisa dibuat sendiri, saya yakin tidak ada anggaran lagi yang keluar karena semua sudah bisa dihasilkan,” terangnya. Chandra juga berterima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Dwi Tugas Waluyanto bersama stafnya yang sudah membantu dan membina para petani untuk lebih maju dan berkembang. (udi)